x
Hotline News

Jauh ke Parepare, Dekat ke Mimpi Juara: Marc Klok dan Ironi Perjuangan Persib

waktu baca 2 menit
Kamis, 14 Mei 2026 19:35 8 Aziz Redaksi Jabar

BANDUNG,AnalisaSiberNews.com — Dalam sepak bola, jarak kadang hanya angka. Tetapi bagi Persib Bandung, perjalanan menuju Parepare bukan sekadar soal ribuan kilometer, melainkan tentang seberapa besar tekad untuk menjemput takdir.

Di saat sebagian tim mulai kehabisan tenaga di ujung musim, Persib justru bersiap menghadapi dua pertandingan terakhir Super League 2025/2026 dengan semangat yang tak mengenal kata mundur. Kapten tim, Marc Klok, memastikan Maung Bandung tak akan gentar, meski jalan menuju gelar juara terasa makin terjal.

Ironisnya, saat trofi sudah terlihat di depan mata, Persib justru harus menghadapi serangkaian tantangan. Perjalanan panjang menuju Stadion Gelora B.J. Habibie di Parepare, absennya pelatih Bojan Hodak di pinggir lapangan, hingga hilangnya dua pilar penting, Federico Barba dan Luciano Guaycochea, akibat akumulasi kartu kuning.

Namun, seperti kata Klok, semua itu bukan alasan untuk mundur.

> “Apa pun yang ada di depan kami, kami akan hadapi,” ujar Klok, Kamis (14/5/2026).

Pernyataan itu terdengar sederhana, tetapi menyimpan makna yang dalam. Sebab di dunia sepak bola, juara tidak hanya ditentukan oleh strategi atau kualitas pemain, melainkan juga oleh kemampuan bertahan ketika keadaan tidak ideal.

Persib memahami bahwa Parepare bukan sekadar laga tandang. Kota itu menjadi titik ujian, tempat mental juara benar-benar dipertaruhkan. Setelah terbang ke Makassar, skuad asuhan Bojan Hodak masih harus menempuh perjalanan darat sekitar tiga jam menuju stadion.

Perjalanan yang melelahkan, tetapi terasa ringan ketika tujuan akhirnya adalah sejarah.

Klok menegaskan, seluruh pemain sadar betul apa yang sedang mereka perjuangkan. Gelar juara yang sudah lama dinanti kini tinggal dua langkah lagi.

> “Kami tahu apa yang sedang kami perjuangkan. Seberapa besar effort yang harus kami keluarkan, kami siapkan dengan mentalitas yang sangat kuat,” katanya.

Di sinilah ironi sepak bola bekerja. Ketika tenaga terkuras, justru harapan membesar. Ketika pemain kunci absen, keyakinan tetap utuh. Dan ketika lawan demi lawan mencoba menghalangi, Persib justru semakin dekat dengan puncak.

Dua pertandingan tersisa, melawan PSM Makassar pada 17 Mei dan Persijap Jepara pada 23 Mei, bukan lagi sekadar jadwal kompetisi. Keduanya adalah dua bab terakhir dari sebuah cerita panjang tentang kerja keras, pengorbanan, dan ambisi.

Parepare mungkin jauh dari Bandung.

Tetapi bagi Persib, mimpi juara kini terasa sangat dekat.

Tim/red jabar

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hotline News

LAINNYA
x