x
Hotline News

Dana BumDesa Jadi Sorotan, Pengurus Desa Perdana Saling Tuding soal Ternak Kambing

waktu baca 3 menit
Kamis, 14 Mei 2026 18:39 17 Redaksi ASN

Pandeglang,| AnalisasiberNews.com – Kisruh pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BumDesa) Desa Perdana, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang,Propinsi Banten, menjadi sorotan masyarakat. Perselisihan antar pengurus terkait pengelolaan ternak kambing yang bersumber dari dana BumDes memunculkan berbagai pertanyaan, termasuk dugaan hilangnya aset hingga tudingan penjualan ternak.

 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, mantan bendahara BumDes telah mengundurkan diri dari kepengurusan. Selain itu, muncul dugaan bahwa tiga ekor kambing milik BumDes sempat hendak dijual oleh kepala desa.

 

Namun, hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Perdana belum berhasil dimintai keterangan. Awak media yang mendatangi kantor desa maupun kediamannya tidak dapat bertemu langsung dengan kepala desa. Wartawan hanya bertemu dengan istri kepala desa yang menyebut dua ekor kambing telah dikembalikan, sementara satu ekor lainnya mati.

 

Sekretaris Desa Perdana, Opik, mengaku belum pernah melihat langsung kondisi ternak di lapangan. meski demikian, ia memastikan kambing milik BumDes masih ada.

 

“Walaupun saya belum pernah lihat langsung ke lapangan, kambing itu ada. Pak Kades juga pernah menyampaikan kalau ingin melihat kambing silakan dicek bersama,” ujar Opik, Rabu (13/5/2026).

 

Menurut Opik, jumlah kambing yang berasal dari anggaran tahun 2025 sebanyak 10 ekor. Ia menyebut ternak tersebut sebelumnya dikelola bendahara BumDes sebelum akhirnya dipindahkan ke lokasi lain setelah bendahara mengundurkan diri.

 

“Kalau tidak salah sekarang dipindahkan ke Kampung Rancalukuk. Untuk lebih jelasnya bisa konfirmasi ke Ketua BumDes,” katanya.

 

Secara terpisah, Ketua BumDes, Desa Perdana, Asmadi, membantah tudingan bahwa kepala desa menjual kambing BumDes. Ia menegaskan, pergantian kambing dilakukan atas kebijakannya sebagai ketua BumDes.

 

“Bukan dijual, tetapi ditukar dari kambing badot menjadi kambing bunting supaya bisa berkembang. Jadi informasi kalau dijual kepala desa itu tidak benar,” kata Asmadi.

Asmadi menjelaskan, awalnya terdapat 20 ekor kambing yang dikelola oleh dua orang pengurus ternak di Kampung Babakan Kaweni dan Kampung Suka Seneng.

 

Namun dalam perjalanannya, sejumlah anak kambing dilaporkan mati. Ia juga mengaku ada beberapa ternak yang mati dan disembelih.

 

“Anaknya mati semua sampai 21 ekor, sekarang tinggal sedikit. Ada juga bibit yang mati dan ada yang disembelih,” ujarnya.

 

Asmadi juga menuding Agus, yang merupakan adik mantan bendahara BumDesa, telah menjual dua ekor kambing setelah bendahara mengundurkan diri.

 

“Saya sempat berpikir melaporkan ke polisi, tapi tidak jadi. Saya hanya ingin aset BumDes, jangan sampai hilang,” ucapnya.

 

Di sisi lain, mantan bendahara BumDes, Oni, membantah tudingan tersebut. Ia mengatakan kambing bukan dijual, melainkan ditukar dengan kambing jantan.

 

“Menurut adik saya, kambing itu ditukar, bukan dijual. Kambing jantan sebelumnya juga dijual oleh Ketua BumDes,” kata Oni melalui sambungan telepon.

 

Pernyataan senada disampaikan Agus yang mengaku hanya melakukan tukar tambah kambing. Ia juga menuding Ketua BumDesa menjual ternak bebek dan ikan hasil program BumDes.

 

“Yang ada saya menukar kambing. Karena kambing jantan sebelumnya dijual Ketua BumDes,” ujar Agus.

 

Agus bahkan menyinggung dugaan ketidaksesuaian harga pembelian kambing BumDes. Ia menyebut anggaran pengadaan mencapai sekitar Rp22 juta dengan harga per ekor disebut Rp2,5 juta. Namun, berdasarkan pengakuan pihak penjual, harga kambing disebut hanya Rp1,9 juta per ekor.

 

“Kalau dihitung harusnya 22 ekor, tapi yang datang hanya 20 ekor,” katanya.

Kisruh internal BumDes, Desa Perdana ini kini menjadi perhatian warga dan kalangan kontrol sosial. masyarakat berharap pemerintah desa serta pihak terkait dapat melakukan klarifikasi dan penelusuran agar pengelolaan aset BumDes berjalan transparan dan akuntabel.

 

(Red/Tim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hotline News

LAINNYA
x