Penertiban Tahap Ketiga PKL Cicadas: Lapak Kosong Dibongkar, Pertanyaan Baru Mengemuka – ANALISASIBERNEWS.COM

Penertiban Tahap Ketiga PKL Cicadas: Lapak Kosong Dibongkar, Pertanyaan Baru Mengemuka

waktu baca 2 menit
Senin, 4 Mei 2026 15:22 5 Kaperwil Jawa Barat

BANDUNG,AnalisaSiberNews.com— Pagi di Cicadas tak lagi sekadar riuh tawar-menawar. Ada bunyi lain yang lebih tegas: bongkar, angkut, bersih. Senin, 4 Mei 2026, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung kembali turun tangan. Tahap ketiga penertiban pedagang kaki lima (PKL) digelar—dan kali ini, 11 lapak kosong menjadi sasaran.

Enam kios dan lima meja dagangan yang tak lagi berdenyut aktivitas itu dibongkar. Sunyi yang ditinggalkan, justru berbicara banyak. Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Bandung, Pardiman Hendri, menyebut langkah ini sebagai bagian dari skenario bertahap yang sudah dimulai sejak 8 April, lalu berlanjut 21 April, hingga kini 4 Mei.

“Ini tahap ketiga. Kita lakukan bertahap, dan akan terus berlanjut,” ujarnya.

Pendekatan bertahap—sebuah pilihan yang terdengar bijak di atas kertas. Menghindari gejolak, menjaga situasi tetap kondusif. Namun di balik itu, terselip ironi yang tak bisa diabaikan: yang dibongkar hari ini adalah yang sudah lama “mati”. Sementara yang masih hidup—yang masih menggantungkan harapan dari lapak sempit—justru menunggu nasib berikutnya.

“Prioritas kami kios yang tidak operasional. Untuk yang masih aktif, nanti akan berkaitan dengan relokasi,” jelas Pardiman.

Relokasi. Kata yang sering terdengar sederhana, namun kerap menjadi bab panjang bagi para PKL. Sebab di baliknya, ada tanya yang belum sepenuhnya terjawab: pindah ke mana, dengan jaminan apa, dan apakah tetap memberi hidup?

Penataan kawasan Cicadas memang tak bisa ditawar. Rencana menjadikannya jalur Bus Rapid Transit (BRT) adalah bagian dari wajah baru kota. Modern, rapi, terukur. Namun di sela ambisi itu, ada ruang-ruang kecil yang harus dipastikan tak ikut terhapus—ruang hidup para pedagang kecil.

Satpol PP menyebut koordinasi telah dilakukan bersama Dinas KUKM Kota Bandung. Tempat relokasi tengah dibahas, teknis masih digodok. Sementara waktu berjalan, dan lapak-lapak terus berkurang.

Di lapangan, sekitar 30 personel dikerahkan. Unsur Forkopimcam turut bersinergi—Babinsa, Koramil, Polsek, kecamatan, hingga kelurahan. Semua hadir, semua bergerak. Penertiban berlangsung tertib, tanpa riak berarti.

Namun justru di situlah ironi lain muncul: ketika proses berjalan mulus, apakah semua pihak benar-benar sudah siap dengan akhir dari cerita ini?

Sebab kota boleh saja rapi, jalur BRT bisa segera berdiri. Tapi pertanyaan paling mendasar tetap menggantung—apakah penataan ini juga menata nasib mereka yang selama ini hidup dari pinggir jalan?

Kaperwil Jabar: Aziz
Sumber: Diskominfo Kota Bandung

Kaperwil Jawa Barat

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA