GARUT, Garut Kota,AnalisaSiberNews.com — Cahaya lampu galeri di Lantai UG Ciplaz Garut siang itu tak hanya menerangi bingkai-bingkai foto, tetapi juga harapan tentang bagaimana Garut bisa bercerita kepada dunia. Di ruang itulah, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi membuka pameran fotografi bertajuk “Frame of Garut”, Jumat (1/5/2026), bertepatan dengan perayaan hari jadi ke-6 Garut Photo Club (GPC).

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Ketua MUA Community Garut, manajemen Ciplaz Garut, perwakilan Komunitas Semut Photo, serta jajaran pengurus GPC.
Dalam sambutannya, Bupati Syakur Amin menegaskan bahwa Garut memiliki kekayaan sumber daya manusia yang kreatif dan bertalenta. Namun, ia mengakui masih dibutuhkan ruang dan panggung agar potensi tersebut dapat tampil dan dikenal lebih luas.
“Seringkali bakat itu belum terangkat sebagaimana mestinya. Padahal, kita mendorong Garut menjadi kabupaten yang bertumpu pada sektor pariwisata. Maka, harus ada cerita—narasi yang kuat—tentang keindahan Garut,” ujarnya.
Menurutnya, fotografi menjadi salah satu medium paling efektif dalam membangun daya tarik tersebut. Visual yang kuat dinilai mampu menyampaikan pesona alam, budaya, dan kehidupan masyarakat Garut secara lebih emosional dan menggugah.
Pemerintah Kabupaten Garut, lanjutnya, mendukung penuh berbagai inisiatif kreatif seperti pameran ini sebagai bagian dari strategi promosi daerah. “Sehingga kami sangat mendukung upaya mempromosikan keindahan alam Garut agar dikenal luas melalui tangkapan momen fotografi. Saya berharap kegiatan ini terus berlanjut dengan agenda yang lebih besar ke depannya,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Garut Photo Club (GPC), Andreas, menyebut peringatan tahun ke-6 komunitasnya kali ini terasa lebih istimewa. Momentum tersebut disinergikan dengan agenda Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) 2026, sehingga menghadirkan nuansa perayaan yang lebih luas dan semarak.
“Hari ini menjadi momen istimewa bagi GPC. Bersamaan dengan GPBG 2026, atas arahan Kepala Disparbud, kami menggabungkan perayaan ini agar terasa lebih gebyar,” ungkap Andreas.
Dalam pameran tersebut, GPC menampilkan 50 karya foto terbaik yang merekam beragam sisi pesona Kabupaten Garut—mulai dari lanskap alam, budaya, hingga dinamika kehidupan masyarakat. Di antara deretan karya itu, terselip penghormatan khusus kepada mendiang Frans Liniart, fotografer legendaris yang dikenal luas atas dedikasinya dalam mendokumentasikan Garut.
“Sebagai bentuk penghormatan, kami mendedikasikan pameran ini untuk beliau dengan menampilkan lima karya terbaik hasil jepretan almarhum,” jelasnya.
Tak hanya pameran, rangkaian 6th Anniversary GPC juga diisi dengan lomba fotografi bertema “Gebyar Pesona Budaya Garut” yang memperebutkan piala bergilir Bupati Garut. Kegiatan ini diharapkan mampu memacu kreativitas sekaligus melahirkan karya-karya visual yang semakin memperkuat citra Garut di mata publik.
Menutup pernyataannya, Andreas menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Garut, khususnya Bupati, terhadap pengembangan sektor ekonomi kreatif. Ia berharap, melalui kolaborasi seperti ini, Garut tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kekuatan cerita yang dibingkai melalui karya fotografi—menuju panggung yang lebih luas, bahkan hingga tingkat dunia.
Di tengah deretan foto yang membingkai lanskap, tradisi, hingga wajah-wajah kehidupan lokal, “Frame of Garut” tak sekadar menjadi pameran. Ia adalah cara lain Garut berbicara—melalui cahaya, sudut pandang, dan rasa.
Kontributor I misbah
Kaperwil jabar
Aziz Bh
Tidak ada komentar