JAKARTA, AnalisaSiberNews.com – 2 Oktober 2026 — Pemerintah menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2027 dengan skala prioritas yang menarik perhatian publik. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan menerima alokasi anggaran sebesar Rp240,2 triliun dan ditetapkan sebagai agenda utama, sementara di saat yang bersamaan, anggaran subsidi energi bagi rakyat justru mengalami pemangkasan.
Berdasarkan data yang dirilis, dari total pagu anggaran yang disiapkan, sebesar Rp232,5 hingga Rp232,88 triliun dialokasikan langsung untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Dana ini ditargetkan menjangkau sebanyak 72.464.886 penerima manfaat di seluruh Indonesia — angka yang turun dibandingkan usulan awal yang sempat diajukan sebesar Rp270,2 triliun, dengan alasan penyesuaian efisiensi anggaran.
Sebaliknya, pos subsidi energi justru dikurangi dari yang semula direncanakan Rp272,94 triliun menjadi Rp261,5 triliun. Pemangkasan ini mencakup subsidi BBM dan Gas LPG 3 Kg sebesar Rp131,39 triliun, serta subsidi listrik sebesar Rp130,10 triliun.
Terkait langkah ini, Said Abdullah menyampaikan penjelasan bahwa pemangkasan subsidi tersebut bukan berarti perhatian negara terhadap masyarakat kurang mampu berkurang. Menurutnya, penyesuaian ini dilakukan semata-mata untuk menyempurnakan data dan daftar penerima agar bantuan benar-benar tepat sasaran, tidak meluas ke kelompok yang tidak membutuhkan.
Namun, pergeseran alokasi anggaran ini memicu berbagai tanggapan di kalangan masyarakat. Banyak pihak menyoroti bahwa di tengah tekanan biaya hidup yang masih dirasakan luas, pengurangan subsidi energi justru berpotensi membebani daya beli rumah tangga, sementara program baru berskala raksasa justru mendapat porsi anggaran yang jauh lebih besar dari rencana semula.
Hingga saat ini, masyarakat masih menantikan rincian teknis mengenai penyempurnaan data penerima subsidi serta langkah konkret pemerintah agar penyesuaian ini tidak justru menambah beban warga yang memang membutuhkan perlindungan sosial.(**) Ajn
