Nganjuk, analisasibernews.com – Warga Desa Kutorejo, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria lanjut usia di aliran Sungai Brantas, pada Selasa (15/9/2026).
Korban diketahui berinisial AM (73), warga Kecamatan Kertosono yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas. Korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.
Jenazah pertama kali ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB dan dilaporkan ke petugas sekitar pukul 12.00 WIB.
Kapolsek Kertosono melalui keterangannya menjelaskan kronologi penemuan tersebut.
Bermula dari seorang saksi berinisial RW (36), yang saat itu sedang beristirahat usai bekerja menambal aspal di sekitar Jembatan Kertosono. Dari atas jembatan, saksi melihat benda mencurigakan menyerupai tubuh manusia yang mengapung terbawa arus Sungai Brantas.
“Saksi RW langsung melaporkan kepada kami. Mendapat laporan itu, kami segera berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Nganjuk dan Bhabinkamtibmas setempat untuk melakukan evakuasi,” ujar perwakilan Polsek Kertosono.
Proses evakuasi berlangsung dengan bantuan warga sekitar. Setelah berhasil dievakuasi ke tepi sungai, petugas langsung menghubungi pihak keluarga.
Keluarga korban yang datang ke lokasi langsung mengenali jenazah AM berdasarkan ciri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan.
Saat ditemukan, korban mengenakan kaos berwarna gelap kecoklatan bergambar Semar. Pada lehernya terdapat kalung tasbih dan di salah satu tangannya terdapat gelang kecil.
“Keluarga sudah memastikan bahwa jenazah tersebut adalah AM yang sebelumnya dilaporkan hilang. Ciri-cirinya sama persis, mulai dari kaos, kalung tasbih, dan gelangnya,” terang petugas di lokasi.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.
“Hasil pemeriksaan awal, tidak ada tanda kekerasan. Kondisi jenazah sudah mengalami perubahan karena cukup lama berada di dalam air,” jelas petugas.
Setelah itu, jenazah langsung dibawa ke RSUD Kertosono untuk menjalani pemeriksaan luar atau visum et repertum.
Pihak keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan pemeriksaan dalam atau autopsi.
Keluarga menduga korban mengalami kecelakaan dan tenggelam di Sungai Brantas.
“Pihak keluarga sudah ikhlas dan menerima. Mereka menyatakan tidak berkenan dilakukan autopsi dan menduga korban terpeleset dan tenggelam. Kami juga sudah mengamankan barang-barang yang melekat pada korban sebagai bagian dari proses identifikasi,” pungkas petugas.
Saat ini, petugas masih melakukan pendataan dan pemeriksaan untuk memastikan rangkaian kejadian hingga korban ditemukan meninggal dunia.
Editor : Redaksi
Penulis : Er
