SINTANG – Masalah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) memang nggak bisa dianggap sepele. Biar nggak kecolongan, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI langsung gerak cepat turun ke lapangan. Mereka menggelar sosialisasi seru bareng kelompok tani dan peladang di Desa Mungguk Gelombang, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Senin (14/9/2026).
Acara yang dimulai jam 09.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Danpok 9 Kolonel Tum Firganzah, S.T. (Staf Ahli Koops AU) dan Kapten Arh Murianto, S.T., M.M. (Danramil Kodim Probolinggo Rem 083 Dam V /Brawijaya. Sebanyak 12 petani lokal ikut meramaikan diskusi interaktif ini. Tujuannya jelas: ngobrol santai tapi serius buat menyamakan persepsi biar bencana kabut asap nggak terulang lagi.
Dalam diskusinya, Kolonel Tum Firganzah mewanti-wanti pentingnya metode Pengolahan Lahan Tanpa Bakar (PLTB). Apalagi, cuaca ekstrem yang nggak menentu belakangan ini bikin lahan jadi gampang banget kesulut api.
“Jangan nunggu api membesar baru kita sibuk memadamkan. Strategi paling ampuh itu dicegah dari awal. Para peladang di sini adalah garda terdepan yang paling tahu kondisi lapangan buat jaga lingkungan sekitar,” ujar Kolonel Firganzah.
Nggak cuma kasih teori pencegahan, tim Mabes TNI juga membeberkan efek domino kalau Karhutla sampai terjadi. Mulai dari polusi asap yang bisa sampai ke negara tetangga, penyakit ISPA, ekonomi yang mandek, sampai rusaknya habitat hewan hutan.
Makanya, warga diajak buat saling jaga. Kalau melihat ada titik panas (hotspot) atau ada oknum yang sengaja bakar lahan, mereka diimbau buat langsung lapor ke Babinsa, Bhabinkamtibmas, atau perangkat desa setempat.
Inisiatif dari para perwira TNI ini langsung diacungi jempol oleh warga. Marcus, salah satu perwakilam dari kelompok Tani Desa Mungguk Gelombang mengaku sangat terbantu dengan kehadiran tim penyuluh dari Mabes TNI ini.
“Kami berterima kasih banget sudah dikunjungi dan diberi tahu caranya. Jujur, selama ini kami minim info soal alternatif buka lahan yang aman. Habis ini, kami komitmen mau beralih ke metode yang lebih aman dan siap jaga desa biar bebas asap,” kata Marcus.
Acara yang berlangsung tertib dan penuh keakraban ini ditutup dengan sesi tanya jawab. Para petani pun memanfaatkan momen ini buat curhat sekaligus cari solusi bareng cara bertani modern yang tetap ramah lingkungan. ( Wid )
