Petugas medis memberikan layanan kesehatan gratis kepada warga Kelam Permai terkait kabut asap. SINTANG, ANALISASIBERNEWS.COM — Upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bhakti Kesehatan yang menyasar masyarakat di wilayah Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Satgas Edukasi Pokjar V Sekolah Pengembangan Profesi Kepolisian (SPPK) Angkatan 4 Lemdiklat Polri bersama Bhayangkari Cabang Sintang menggelar pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat di Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Kelam Permai pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari bentuk kepedulian dan pengabdian Polri kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi lingkungan yang dapat memengaruhi kesehatan akibat menurunnya kualitas udara karena kabut asap.

Dalam situasi kabut asap, masyarakat dapat mengalami berbagai keluhan, terutama pada saluran pernapasan. Karena itu, edukasi mengenai perlindungan diri, penggunaan masker, serta pemeriksaan kondisi kesehatan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.
Kegiatan Bhakti Kesehatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pelayanan medis, tetapi juga diarahkan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan ketika kualitas udara mengalami penurunan.
Kegiatan pelayanan kesehatan di Polsek Kelam Permai dihadiri jajaran Satgas Edukasi Pokjar V SPPK Angkatan 4 Lemdiklat Polri, Kasatlantas Polres Sintang AKP Angga Pribadi Amsriyanto Nainggolan, S.T.K., S.I.K., LL.M., bersama pengurus Bhayangkari dan personel Satlantas.
Turut hadir Kapolsek Kelam Permai IPTU Atep Permana Efendi bersama jajaran personel Polsek Kelam Permai.
Sementara dari unsur kesehatan, Seksi Dokkes (Sidokkes) Polres Sintang turut memberikan pelayanan kepada masyarakat yang datang untuk melakukan pemeriksaan.
Antusiasme warga terlihat dalam kegiatan tersebut. Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang disediakan untuk memeriksakan kondisi kesehatan sekaligus memperoleh informasi mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan kabut asap.
Pelayanan tersebut diberikan tanpa dipungut biaya.
Kehadiran layanan kesehatan di tengah masyarakat menjadi penting, terutama bagi warga yang membutuhkan pemeriksaan awal ketika mengalami keluhan yang berkaitan dengan kondisi udara.
Dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan memberikan sejumlah layanan pemeriksaan dasar kepada masyarakat.
Pemeriksaan antara lain mencakup pengecekan kondisi fisik umum dan tekanan darah serta penilaian terhadap keluhan kesehatan yang disampaikan warga, termasuk keluhan yang berkaitan dengan saluran pernapasan.
Pemeriksaan awal tersebut menjadi bagian dari pelayanan kesehatan preventif. Apabila terdapat keluhan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, masyarakat dapat memperoleh arahan sesuai kebutuhan medis.
Selain pemeriksaan, petugas juga memberikan obat-obatan sesuai hasil pemeriksaan dan kebutuhan pelayanan kesehatan yang diberikan.
Vitamin turut dibagikan sebagai bagian dari dukungan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Namun, masyarakat tetap diimbau untuk tidak melakukan pengobatan sendiri secara sembarangan. Penggunaan obat sebaiknya mengikuti petunjuk tenaga kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat lainnya.
Selain pelayanan pemeriksaan kesehatan, kegiatan Bhakti Kesehatan juga diisi dengan pembagian masker medis kepada masyarakat.
Masker menjadi salah satu perlengkapan perlindungan diri yang dapat digunakan masyarakat untuk membantu mengurangi paparan partikel dan polutan udara ketika kondisi lingkungan dipenuhi asap.
Pembagian masker dilakukan sebagai langkah preventif, terutama bagi masyarakat yang harus melakukan aktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga diingatkan untuk memperhatikan kondisi udara sebelum melakukan kegiatan di luar rumah.
Apabila kualitas udara memburuk, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi, khususnya bagi kelompok yang lebih rentan terhadap gangguan akibat polusi udara.
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan perlu mendapatkan perhatian lebih ketika kualitas udara mengalami penurunan.
Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kelam Permai IPTU Atep Permana Efendi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, situasi kabut asap akibat karhutla membutuhkan perhatian bersama karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap aktivitas dan kesehatan masyarakat.
“Kegiatan Bhakti Kesehatan ini merupakan representasi komitmen penuh institusi Polri dalam memprioritaskan keselamatan dan derajat kesehatan masyarakat di tengah kabut asap akibat karhutla. Fokus utama kami adalah melakukan tindakan preventif guna mencegah gangguan pernapasan, sekaligus memberikan asistensi nyata untuk meringankan beban warga, petugas lapangan, serta relawan yang terdampak langsung oleh penurunan kualitas udara di wilayah Kelam Permai,” ujar IPTU Atep Permana Efendi.
Ia menambahkan, pelayanan kesehatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi antara aparat kepolisian dengan warga.
Menurutnya, penanganan persoalan kabut asap tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
Diperlukan kerja sama antara pemerintah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, masyarakat, relawan, serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Kasatgas Edukasi Pokjar V SPPK Angkatan 4 Lemdiklat Polri, Kombes Pol Kingkin Winisuda, S.H., S.I.K., mengatakan kegiatan Bhakti Kesehatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kondisi masyarakat.
Menurutnya, pendidikan dan pengembangan profesionalisme anggota Polri tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kemampuan internal, tetapi juga perlu diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan Bhakti Kesehatan ini merupakan wujud nyata eksistensi dan kepedulian Polri melalui Lemdiklat Polri dalam merespons dinamika sosial serta masalah lingkungan yang berdampak langsung pada masyarakat. Melalui Satgas Edukasi Pokjar V SPPK Angkatan 4, kami tidak hanya fokus pada aspek pendidikan internal, tetapi juga mengaktualisasikannya dalam bentuk pengabdian masyarakat secara konkret,” ujar Kombes Pol Kingkin.
Ia menjelaskan, kondisi kabut asap akibat karhutla membutuhkan perhatian serius karena masyarakat merupakan pihak yang secara langsung merasakan dampaknya.
Karena itu, kehadiran personel Polri bersama tenaga kesehatan di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan sekaligus edukasi mengenai upaya menjaga kesehatan selama kondisi kualitas udara mengalami penurunan.
“Di tengah situasi kabut asap akibat karhutla ini, kehadiran kami bersama jajaran Polres Sintang diharapkan dapat memberikan proteksi kesehatan preventif serta mengedukasi warga akan pentingnya menjaga keselamatan respirasi di tengah penurunan kualitas udara,” katanya.
Lebih lanjut, Kombes Pol Kingkin mengatakan kehadiran timnya di Kelam Permai merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan dukungan dan pelayanan terutama ketika menghadapi situasi lingkungan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Kami hadir di Kelam Permai untuk memastikan bahwa negara, melalui institusi Polri, senantiasa tanggap dalam melindungi derajat kesehatan masyarakat. Bhakti kesehatan ini adalah langkah taktis preventif untuk meminimalisasi risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap karhutla,” ujarnya.
Ia menegaskan, sinergitas antara Lemdiklat Polri, Polres Sintang, Polsek Kelam Permai, Sidokkes, Bhayangkari dan masyarakat merupakan bagian penting dalam memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Sinergi ini mencerminkan komitmen penuh kami dalam memberikan pelayanan yang humanis, responsif, dan berbasis pada kebutuhan riil masyarakat di lapangan,” pungkasnya.
Kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan dapat menurunkan kualitas udara. Dalam kondisi tertentu, paparan asap dapat menimbulkan keluhan seperti mata terasa perih, batuk, tenggorokan tidak nyaman, hidung terasa terganggu hingga keluhan pada saluran pernapasan.
Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan ketika kondisi udara memburuk.
Penggunaan masker ketika harus berada di luar ruangan menjadi salah satu langkah perlindungan diri yang dapat dilakukan.
Selain itu, masyarakat juga dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika paparan asap cukup tinggi.
Ruangan tempat tinggal juga perlu dijaga agar seminimal mungkin terpapar asap. Jika memungkinkan, masyarakat dapat memperhatikan sirkulasi udara dan menghindari sumber asap tambahan di dalam rumah.
Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan yang semakin berat atau tidak membaik disarankan segera mendapatkan pemeriksaan dari fasilitas pelayanan kesehatan.
Di sisi lain, upaya mengurangi dampak kabut asap tidak dapat hanya dilakukan melalui pelayanan kesehatan.
Pencegahan kebakaran hutan dan lahan menjadi langkah utama untuk mengurangi munculnya asap yang berdampak terhadap masyarakat.
Kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan menjadi salah satu faktor penting.
Selain itu, pemantauan wilayah rawan kebakaran dan respons cepat ketika muncul titik api juga diperlukan untuk mencegah kebakaran berkembang lebih luas.
Sinergitas antara aparat, pemerintah daerah, perusahaan, masyarakat, relawan dan berbagai elemen lainnya diperlukan untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla.
Dalam konteks tersebut, kegiatan Bhakti Kesehatan yang dilaksanakan Satgas Edukasi Pokjar V SPPK Angkatan 4 Lemdiklat Polri bersama jajaran Polres Sintang menjadi salah satu bentuk respons terhadap dampak yang dirasakan masyarakat.
Keterlibatan Bhayangkari dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan adanya dukungan organisasi terhadap kegiatan sosial dan kemanusiaan yang dilakukan jajaran kepolisian.
Kegiatan bersama tersebut tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga memperkuat hubungan antara institusi Polri dengan masyarakat.
Pendekatan humanis semacam ini diharapkan dapat menciptakan ruang komunikasi yang lebih terbuka antara masyarakat dan aparat.
Masyarakat dapat menyampaikan kondisi maupun keluhan yang mereka alami secara langsung kepada petugas.
Pada saat yang sama, personel Polri dapat memperoleh gambaran mengenai kebutuhan masyarakat di wilayah yang terdampak kondisi kabut asap.
Kegiatan Bhakti Kesehatan di Kelam Permai pada akhirnya tidak hanya dipandang sebagai pelayanan medis sesaat.
Lebih jauh, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan ketika terjadi penurunan kualitas udara.
Edukasi mengenai penggunaan masker, pengurangan aktivitas luar ruangan dan pentingnya pemeriksaan kesehatan ketika muncul keluhan menjadi bagian dari langkah preventif yang dapat dilakukan masyarakat.
Kehadiran tenaga kesehatan juga memberikan kesempatan bagi warga untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai kondisi kesehatan mereka.
Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan dalam menghadapi kondisi kabut asap.
Karhutla merupakan persoalan yang memiliki dampak luas. Selain berpotensi merusak lingkungan, asap yang dihasilkan dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan kualitas udara.
Karena itu, penanganannya membutuhkan pendekatan yang menyeluruh.
Langkah pencegahan kebakaran, pemadaman ketika terjadi kebakaran, pemantauan kualitas udara, pelayanan kesehatan, edukasi masyarakat dan koordinasi antarlembaga harus berjalan secara beriringan.
Dalam situasi seperti itu, keberadaan aparat di tengah masyarakat menjadi bagian penting dari upaya memastikan pelayanan publik tetap berjalan.
Kegiatan yang dilakukan Satgas Edukasi Pokjar V SPPK Angkatan 4 Lemdiklat Polri bersama jajaran Polres Sintang di Kelam Permai menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai bentuk, termasuk pelayanan kesehatan dan edukasi preventif.
Masyarakat pun diharapkan ikut berperan aktif dengan menjaga kesehatan diri dan keluarga serta mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Kelam Permai diharapkan memperoleh manfaat langsung, baik berupa pelayanan kesehatan maupun informasi mengenai cara mengurangi risiko paparan kabut asap.
Pelayanan kesehatan gratis juga diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan awal tanpa harus terkendala biaya.
Pada saat yang sama, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian bersama terhadap persoalan lingkungan.
Polri bersama seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat terus membangun kolaborasi dalam menghadapi berbagai kondisi yang berpotensi mengganggu keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Kegiatan Bhakti Kesehatan di Polsek Kelam Permai menjadi salah satu contoh bagaimana pelayanan publik dapat dihadirkan secara langsung di tengah masyarakat.
Di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla, langkah preventif menjadi penting. Masyarakat tidak hanya membutuhkan penanganan ketika sudah mengalami gangguan kesehatan, tetapi juga membutuhkan informasi dan perlindungan untuk mengurangi risiko sejak awal.
Dengan sinergitas antara aparat kepolisian, tenaga kesehatan, Bhayangkari, pemerintah dan masyarakat, upaya menghadapi dampak karhutla diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat, terkoordinasi dan berkelanjutan.
Kehadiran Satgas Edukasi Pokjar V SPPK Angkatan 4 Lemdiklat Polri bersama jajaran Polres Sintang di Kelam Permai sekaligus menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Pelayanan kepada masyarakat bukan hanya dilakukan melalui aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kepedulian sosial serta dukungan terhadap kebutuhan masyarakat ketika menghadapi situasi yang sulit.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga sekaligus menjadi pengingat bahwa penanganan dampak karhutla merupakan tanggung jawab bersama.
(Wid/Redaksi)
Editor: Yudi Sayuti, S.T.


ANALISASIBERNEWS.COM • Portal Berita Online (Media Siber)
Media AnalisasiberNews.com merupakan media berita online yang menyajikan informasi terkini seputar daerah, nasional, politik, hukum, pemerintahan, ekonomi, sosial, pendidikan, dan berbagai peristiwa lainnya.
Silakan hubungi tim redaksi Media AnalisasiberNews.com untuk informasi, konfirmasi berita, hak jawab, dan kerja sama media.
Portal Berita Online (Media Siber)
Cepat • Akurat • Berimbang • Independen • Profesional • Terpercaya
PT. ANALISASIBER MEDIA NUSANTARA
Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia
AHU-0023456.AH.01.01.Tahun 2026
KBLI 63122
Portal Web dan Platform Digital
KBLI 73100
Periklanan
Seluruh wartawan AnalisasiberNews.com merupakan bagian dari struktur redaksi PT. Analisasiber Media Nusantara dan menjalankan tugas jurnalistik berdasarkan ketentuan perusahaan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Jl. Raya Rancalabuh, Kampung Gabusan RT 014/RW 003, Desa Rancalabuh, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten 15530.
AnalisasiberNews.com • Media Online • Informasi Publik • Jurnalistik Profesional
Media AnalisasiberNews.com membuka kesempatan kerja sama publikasi bagi instansi, perusahaan, organisasi, UMKM, komunitas, dan masyarakat umum.
Jangkau pembaca melalui berbagai pilihan layanan iklan, advertorial, liputan, dan kerja sama media yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
Promosikan produk, jasa, program, kegiatan, perusahaan, maupun instansi melalui banner pada area strategis website.
Publikasi artikel untuk memperkenalkan profil, produk, jasa, program, kegiatan, maupun informasi perusahaan kepada pembaca.
Layanan peliputan kegiatan dan publikasi melalui Media AnalisasiberNews.com sesuai kebutuhan mitra.
Perluas jangkauan informasi melalui kanal media sosial resmi Media AnalisasiberNews.com.
Paket kerja sama dapat disusun secara fleksibel berdasarkan kebutuhan publikasi dan promosi mitra.
Kami terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama publikasi yang profesional, transparan, dan saling menguntungkan.
Untuk mendapatkan informasi mengenai harga, ukuran banner, posisi iklan, durasi tayang, paket advertorial, liputan, dan kerja sama media.
✉ HUBUNGI REDAKSISetiap materi iklan dan publikasi akan melalui proses pemeriksaan sesuai ketentuan dan kebijakan redaksi. Materi yang bertentangan dengan hukum, etika jurnalistik, atau kebijakan media dapat ditolak.

Tidak ada komentar