DENPASAR | AnalisasiberNews.com – Komandan Korem (Danrem) 163/Wira Satya, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, S.H., mendampingi Gubernur Bali Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M., menghadiri Perayaan Rahina Tumpek Krulut yang diperingati sebagai Hari Kasih Sayang Semesta Bali. Kegiatan yang berlangsung di Taman Budaya Werdhi Budaya Art Centre, Denpasar, pada Sabtu (1/8/2026) malam tersebut berlangsung khidmat, meriah, dan penuh nuansa kebersamaan.
Perayaan Rahina Tumpek Krulut dihadiri sekitar 1.500 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh adat, tokoh agama, seniman, pelajar, serta masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Bali. Kehadiran ribuan masyarakat menunjukkan tingginya antusiasme dalam menjaga serta melestarikan tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Rahina Tumpek Krulut merupakan salah satu hari suci dalam kalender Hindu Bali yang memiliki makna mendalam sebagai momentum untuk menumbuhkan kasih sayang, mempererat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat hubungan harmonis antara sesama manusia. Pemerintah Provinsi Bali menetapkan peringatan ini sebagai Hari Kasih Sayang Semesta Bali sebagai bentuk komitmen dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, rukun, dan penuh toleransi.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Bali menyerahkan tali kasih kepada masyarakat sebagai simbol kepedulian, cinta kasih, persaudaraan, serta semangat gotong royong dalam membangun Bali yang harmonis, maju, dan berkelanjutan. Penyerahan tali kasih tersebut juga menjadi simbol ajakan kepada seluruh lapisan masyarakat agar terus memperkuat solidaritas sosial di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Dalam sambutannya, Gubernur Bali menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah. Menurutnya, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi Rahina Tumpek Krulut harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tetap menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra menyampaikan bahwa Rahina Tumpek Krulut bukan sekadar tradisi keagamaan maupun budaya semata, tetapi juga mengandung pesan moral yang sangat relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Rahina Tumpek Krulut mengajarkan nilai kasih sayang, persaudaraan, kepedulian, dan kebersamaan. Nilai-nilai tersebut harus terus kita pelihara sebagai kekuatan dalam menjaga persatuan, kerukunan, serta stabilitas keamanan di Bali,” ujar Danrem.
Menurutnya, semangat kasih sayang yang diwariskan melalui tradisi tersebut dapat menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang saling menghormati, saling membantu, dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman. Nilai-nilai tersebut juga menjadi modal sosial yang penting dalam memperkuat persatuan bangsa.
Danrem juga menegaskan bahwa TNI akan terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali, Kepolisian Republik Indonesia, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan wilayah sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari identitas nasional.
Ia menambahkan, keberhasilan menjaga stabilitas keamanan tidak hanya bergantung pada aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang damai, tertib, dan harmonis. Oleh karena itu, budaya gotong royong, toleransi, serta saling menghormati harus terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.
Perayaan Rahina Tumpek Krulut juga diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya Bali yang menggambarkan kekayaan tradisi Pulau Dewata. Beragam penampilan seni tradisional menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperlihatkan komitmen masyarakat Bali dalam menjaga kelestarian budaya di tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi.
Kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat semakin memperkuat makna peringatan Hari Kasih Sayang Semesta Bali sebagai momentum membangun kebersamaan lintas sektor demi terwujudnya Bali yang aman, damai, dan sejahtera.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan penuh khidmat. Kondisi tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali, TNI, Polri, serta seluruh komponen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya sebagai warisan bangsa Indonesia.
Melalui peringatan Rahina Tumpek Krulut, diharapkan semangat kasih sayang, persatuan, kepedulian sosial, dan pelestarian budaya dapat terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga menjadi pondasi kuat dalam mewujudkan Bali yang harmonis, berbudaya, maju, dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal.
(Rilis Penrem 163/Wira Satya)
Reporter: Wid
Editor: Redaksi AnalisasiberNews.com

