ANALISASIBERNEWS.COM I BANDUNG,jabar
Kiangroke pernah melahirkan pesepak bola yang mengharumkan nama Persib Bandung dan Tim Nasional Indonesia. Kini, dari desa yang sama, tumbuh harapan baru melalui seorang penjaga gawang cilik yang tengah mengejar cita-cita di lapangan hijau.
BANDUNG, Rabu, 8 Juli 2026 — Desa Kiangroke, Kabupaten Bandung, memiliki sejarah dalam dunia sepak bola. Dari desa ini lahir Usep Munandar, pesepak bola yang pernah memperkuat Persib Bandung dan Tim Nasional Indonesia, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani bermimpi dan berjuang di dunia sepak bola.
Semangat itu kini diteruskan oleh Muhammad Dinar Al-Faqih, penjaga gawang kelompok usia U-9 dari SSB Java Onetop Sulaeman Bandung. Lahir pada 18 Mei 2017, Dinar dikenal sebagai sosok yang disiplin, berani, dan memiliki semangat belajar tinggi setiap kali berdiri di bawah mistar gawang.
Dinar merupakan anak ketiga dari pasangan Ahmad Mansyur dan keluarga yang memiliki kecintaan besar terhadap sepak bola. Sang ayah, Ahmad Mansyur, lahir pada 5 Maret 1977, merupakan mantan playmaker Kidang FC yang pada masanya dikenal memiliki visi permainan dan kemampuan mengatur serangan. Kecintaan terhadap sepak bola itulah yang kini diwariskan kepada putranya.
Meski berbeda posisi, semangatnya tetap sama. Jika sang ayah membangun serangan dari lini tengah, Dinar memilih menjadi benteng terakhir yang menjaga gawang timnya dengan penuh tanggung jawab.
Di bawah bimbingan Jabarudin, pendiri sekaligus pelatih SSB Java Onetop Sulaeman Bandung, Dinar terus ditempa melalui latihan rutin yang menanamkan disiplin, sportivitas, kerja keras, serta mental bertanding sejak usia dini.
Keikutsertaannya dalam Turnamen Piala Danseskoad Festival Sepak Bola Usia Dini U-9 dan U-11 di Bandung menjadi bagian dari proses pembinaan. Setiap pertandingan bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan membangun pengalaman, karakter, dan rasa percaya diri.
Bagi keluarga, perjalanan Dinar adalah awal dari sebuah mimpi besar. Sosok Usep Munandar menjadi inspirasi bahwa putra daerah Kiangroke mampu menembus panggung sepak bola nasional. Harapan yang sama kini tumbuh kepada Dinar, meski jalannya masih panjang dan membutuhkan proses, kerja keras, serta konsistensi.
Masyarakat Kiangroke berharap desa mereka terus melahirkan generasi pesepak bola yang mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia. Hari ini Dinar menjaga gawang di level usia dini, dan masa depannya akan ditentukan oleh dedikasi, pembinaan, dan semangat untuk terus berkembang.
Dari Kiangroke pernah lahir Usep Munandar yang mengharumkan nama Persib Bandung dan Tim Nasional Indonesia. Kini, masyarakat berharap Muhammad Dinar Al-Faqih dapat melanjutkan semangat itu sebagai penjaga gawang generasi baru melalui latihan, kerja keras, dan doa.”
Profil Singkat
Nama: Muhammad Dinar Al-Faqih
Lahir: 18 Mei 2017
Anak ke: Tiga
Posisi: Penjaga Gawang (Goalkeeper)
Klub: SSB Java Onetop Sulaeman Bandung
Pelatih: Jabarudin
Ayah: Ahmad Mansyur (lahir 5 Maret 1977), mantan playmaker Kidang FC
Inspirasi: Usep Munandar, mantan pemain Persib Bandung dan Tim Nasional Indonesia asal Kiangroke.
Redaksi: AnalisaSiberNews.com
Mengungkap Fakta, Menginspirasi Dunia.

