x
Hotline News

Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Proyek Hotmix di Kampung Lontar Jadi Sorotan Warga

waktu baca 3 menit
Rabu, 3 Jun 2026 17:46 34 siberadmin

AnalisasiberNews.com

TANGERANGPekerjaan pengaspalan jalan (hotmix) yang berlokasi di Kampung Lontar RT 03/RW 01, Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan warga setempat. Proyek yang disebut bersumber dari Dana Desa (DDS) tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang seharusnya diterapkan dalam pelaksanaan pekerjaan.

Sejumlah warga mengaku kecewa terhadap hasil pekerjaan yang dinilai terlalu tipis dan dikhawatirkan tidak akan bertahan lama. Kondisi tersebut memunculkan berbagai keluhan dari masyarakat yang setiap hari menggunakan akses jalan tersebut.

Agus, yang mengaku berasal dari Lembaga KPK Pasundan, menilai pekerjaan tersebut terkesan dilakukan tanpa memperhatikan kualitas.

“Ini pekerjaan terkesan asal jadi tanpa memikirkan kualitas hasil pekerjaan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Agus kepada wartawan.

Menurut Agus, berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan di beberapa titik, ketebalan lapisan hotmix diduga hanya berkisar antara 0,5 sentimeter hingga 1,5 sentimeter.

“Hasil pengukuran yang kami temukan cukup memprihatinkan. Jika benar demikian, tentu perlu ada evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak terkait,” katanya.

Selain persoalan ketebalan, Agus juga menyoroti tidak terlihatnya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Padahal, keberadaan papan informasi dinilai penting sebagai bentuk transparansi penggunaan anggaran kepada masyarakat.

“Kami tidak melihat adanya papan informasi kegiatan. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai keterbukaan informasi publik terhadap anggaran yang digunakan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lontar, Dodi, saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp terkait dugaan ketebalan hotmix yang tidak sesuai, memberikan jawaban singkat.

“Sudah jadi,” jawab Kepala Desa.

Di sisi lain, Sekretaris Desa (Sekdes) Lontar saat dimintai keterangan mengaku tidak dapat memberikan penjelasan terkait spesifikasi teknis pekerjaan tersebut.

“Maaf, saya tidak bisa mengatakan karena saya tidak tahu secara pasti. Saya selaku Sekdes, namun itu bukan kewenangan saya. Silakan langsung ke Pak Kepala Desa,” ujarnya.

Seorang warga yang meminta identitasnya disamarkan dengan inisial AL mengaku bersyukur jalan tersebut akhirnya dibangun. Namun demikian, menurutnya banyak warga yang mengeluhkan kualitas pekerjaan yang dinilai terlalu tipis.

“Kami bersyukur jalan dibangun. Namun banyak masyarakat yang mengeluhkan ketebalannya. Kami pernah menyampaikan kepada RT, tetapi tidak ada tindak lanjut. Bahkan sebagian warga berinisiatif menambah ketebalan secara swadaya. Di beberapa bagian atas jalan juga diduga tidak terdapat agregat yang memadai,” ungkap AL.

Rabu.(3/6/2026).

Masyarakat berharap instansi terkait, baik pemerintah desa maupun pihak pengawas teknis, dapat melakukan pemeriksaan ulang terhadap pekerjaan tersebut guna memastikan kualitas pembangunan sesuai dengan spesifikasi dan anggaran yang telah ditetapkan.

(Tim)


Catatan Redaksi

Berita ini disusun berdasarkan hasil wawancara, keterangan narasumber, dan temuan di lapangan yang masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Penggunaan kata “diduga” merupakan bentuk penerapan asas praduga tak bersalah serta kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Redaksi membuka ruang Hak Jawab dan Hak Koreksi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Undang-Undang Pers. Apabila terdapat klarifikasi, sanggahan, atau informasi tambahan, dapat disampaikan kepada Redaksi AnalisasiberNews.com untuk dimuat secara proporsional.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x