Jakarta – analisasiberNews.com-Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Andi Kurniawan, mengapresiasi langkah Kapolri baru Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam mendekatkan institusi kepolisian dengan masyarakat.
Menurut Andi, langkah Suyudi yang mendekatkan diri dengan masyarakat melalui kegiatan jamaah salat Subuh di masjid menunjukkan pendekatan kepolisian yang lebih humanis.
Andi menilai pendekatan tersebut tidak sekadar membangun komunikasi antara polisi dan masyarakat. Menurutnya, langkah itu juga dapat membantu kepolisian membaca potensi konflik sosial sejak dini.
“Langkah Kapolri baru yang mendekatkan diri dengan masyarakat melalui jamaah Subuh di masjid patut diapresiasi. Ini bukan hanya soal kedekatan, tetapi juga membangun komunikasi langsung dengan masyarakat,” kata Andi, Kamis, 8 Oktober 2026.
Tak hanya itu, Andi meminta pendekatan tersebut tidak hanya berlangsung di tingkat pusat. Ia berharap kegiatan salat Subuh bersama masyarakat dapat diterapkan hingga tingkat kepolisian sektor (Polsek).
“Kalau bisa, gerakan salat Subuh bersama masyarakat ini sampai ke Polsek-Polsek. Polisi harus hadir dan dekat dengan masyarakat di tingkat paling bawah,” pungkas Andi.
Ia menilai interaksi langsung dengan masyarakat dapat membantu kepolisian mengurai berbagai persoalan sosial. Langkah tersebut juga dapat menjadi upaya pencegahan agar konflik tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Pendekatan seperti ini tidak hanya bisa mengurai konflik sosial. Namun, juga dapat menjadi langkah antisipasi agar konflik tidak pernah terjadi,” ujarnya.
Selain membangun kedekatan dengan masyarakat, Andi mengapresiasi fokus Kapolri Suyudi dalam memberantas narkoba dan praktik debt collector yang meresahkan masyarakat.
Menurutnya, narkoba dan praktik debt collector yang melanggar aturan menjadi persoalan yang dapat mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.
“Narkoba dan debt collector merupakan penyakit masyarakat yang saat ini menjadi fokus Kapolri Suyudi. Karena itu, masyarakat harus mendukung agenda tersebut,” tegasnya.
Andi mengatakan pemberantasan narkoba membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Ia menilai kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam mencegah peredaran narkoba dan menjaga keamanan lingkungan.
“Agenda pemberantasan narkoba dan penanganan praktik debt collector tentu membutuhkan dukungan masyarakat. Kolaborasi antara polisi dan masyarakat harus diperkuat,” katanya.
Ia berharap pendekatan yang dilakukan Kapolri baru dapat terus berjalan secara konsisten. Menurut Andi, kedekatan dengan masyarakat harus berjalan beriringan dengan ketegasan dalam menangani berbagai persoalan keamanan.
“Kita berharap langkah ini tidak berhenti sebagai simbol. Kedekatan dengan masyarakat harus diikuti tindakan tegas terhadap persoalan yang meresahkan masyarakat,” pungkasnya.
