CIMAHI, AnalisaSiberNews.com – 27 September 2026 — Langkah politik Wali Kota Cimahi Ngatiyana resmi bergabung dan menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Cimahi untuk masa bakti 2026–2030 menuai pertanyaan publik. Pasalnya, ia baru saja memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Cimahi 2024 dengan diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan kini berpindah ke partai lain dalam waktu yang relatif singkat.
Berdasarkan informasi yang beredar, proses pergantian afiliasi politik ini berjalan sangat cepat. Hal ini memicu diskusi luas di kalangan warga maupun pengamat politik, yang mempertanyakan alasan di balik keputusan tersebut serta prosedur yang dilalui.
Sebagai partai yang mengusungnya hingga menang pada Pilkada 2024, PKB dinilai memiliki peran strategis dalam kemenangan Ngatiyana. Pergantian partai yang dilakukan tak lama setelah menjabat menjadi perhatian, mengingat keterikatan kesepakatan politik yang umumnya terjalin antara calon yang terpilih dengan partai pengusung.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi secara terperinci dari pihak Wali Kota maupun dari kepengurusan partai terkait alasan utama perpindahan ini. Warga dan masyarakat sipil pun menantang kejelasan arah kebijakan serta kesetiaan komitmen yang diemban, mengingat dukungan rakyat yang diberikan juga didasari oleh dukungan partai pengusung pada saat pemilihan.
Perpindahan pimpinan daerah ke partai lain memang tidak dilarang secara mutlak, namun tetap menjadi sorotan etika politik dan kepercayaan publik. Masyarakat berharap setiap langkah yang diambil penyelenggara negara tetap berpijak pada kepentingan rakyat, transparansi, serta akuntabilitas yang tinggi.(**) Ajn
