AnalisaSiberNews.com – BANDUNG JAWA BARAT, 22 September 2026 — Pemeriksaan yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sindangjaya, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, memunculkan sejumlah temuan yang mengkhawatirkan terkait kebersihan dan kelayakan sarana produksi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tim pemeriksa menemukan adanya kotoran serta kecoa di ruang penyimpanan bahan makanan basah. Kondisi ini dinilai sangat tidak layak untuk tempat pengolahan dan penyimpanan pangan yang dikonsumsi masyarakat, terutama anak-anak sekolah.
Selain penemuan hewan pengganggu tersebut, Dinkes juga menyoroti sejumlah kekurangan fasilitas yang berpotensi mengganggu keamanan pangan:
– Dinding ruang cuci belum kedap air, sehingga mudah lembap dan basah;
– Sebagian ruangan masih beratap baja ringan tanpa plafon;
– Penyimpanan bahan makanan kering terlalu rapat menempel pada dinding, lantai, dan langit-langit, padahal seharusnya diberi jarak agar mudah dibersihkan dan terhindar dari kelembapan.
Kepala Dinkes Kota Bandung, Sony Adam, menegaskan secara keseluruhan fasilitas sanitasi di SPPG tersebut belum lengkap dan memerlukan perbaikan menyeluruh agar dapat beroperasi sesuai standar kesehatan yang ditetapkan.
“Sampai saat ini belum ada kasus kesehatan yang dikaitkan dengan kondisi tersebut. Namun jika dibiarkan, lingkungan seperti ini dapat memicu perkembangbiakan bakteri dan berpotensi mengganggu keamanan pangan yang diproduksi di sini,” ujar Sony.
Mengingat hasil olahan SPPG ini disalurkan kepada anak-anak sekolah, warga pun meminta perhatian serius dari pihak berwenang. Warga berharap pemeriksaan serupa juga dilakukan terhadap SPPG lain di wilayah Bandung Timur maupun seluruh Kota Bandung, guna memastikan setiap makanan yang disajikan aman, higienis, dan layak dikonsumsi.
“Sangat penting dapur-dapur MBG ini diperiksa secara berkala. Kesehatan anak-anak adalah prioritas utama, tidak boleh ada kompromi soal kebersihan,” ungkap salah satu warga yang memantau perkembangan ini.
Hingga kini, warga dan masyarakat luas menantikan langkah perbaikan yang akan diambil pengelola SPPG serta tindak lanjut resmi dari Dinkes Kota Bandung guna menjamin kualitas dan keamanan program Makan Bergizi Gratis.(**) Ajn
