ANALISASIBERNEWS.COM I BANDUNG — Bupati Bandung Dadang Supriatna turun langsung menemui warga yang menjadi korban kebakaran di Desa Lebakwangi, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Selasa (15/9/2026).
Kebakaran tersebut terjadi pada Senin malam. Setelah menerima laporan, Dadang mengaku langsung berkomunikasi dengan Kepala Desa Lebakwangi untuk memastikan penanganan terhadap warga terdampak.
Bupati yang akrab disapa KDS itu mengatakan pemerintah daerah harus hadir sejak masa tanggap darurat hingga proses pemulihan warga.
«“Saya ingin memastikan bahwa pemerintah daerah hadir ketika masyarakat mengalami kesulitan. Tentunya kita harus membantu mengurangi beban para korban,” ujar KDS saat meninjau lokasi.»
Soroti Instalasi Listrik
Selain memastikan bantuan bagi korban, KDS menyoroti dugaan korsleting listrik yang kembali menjadi salah satu persoalan dalam kasus kebakaran.
Menurutnya, kejadian di Lebakwangi memiliki kemiripan dengan kebakaran yang terjadi di Kecamatan Pacet beberapa hari sebelumnya.
Kondisi tersebut mendorong Pemkab Bandung untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi instalasi listrik bersama PLN dan DPRD Kabupaten Bandung.
«“Ini ada dua kasus, Pacet kemarin dan sekarang di sini. Mungkin saya akan mengundang PLN karena memang kabel itu ada yang sudah 20 tahun, 30 tahun, ada yang disambung-sambung, atau mungkin karena gigitan tikus dan sebagainya,” kata KDS.»
Ia meminta evaluasi tidak hanya dilakukan terhadap rumah yang mengalami kebakaran, tetapi mencakup kondisi instalasi listrik secara lebih luas.
«“Saya minta Ketua DPRD, kita sama-sama mengundang PLN untuk evaluasi secara menyeluruh, bukan hanya lokasi yang terkena saja,” ujarnya.»
Tiga Rumah Akan Dibantu Dibangun
Pemkab Bandung juga menyiapkan bantuan bagi warga terdampak. KDS menyebut tiga unit rumah akan diperbaiki melalui kolaborasi Pemkab Bandung, BAZNAS Kabupaten Bandung dan pemerintah desa.
Untuk kebutuhan tempat tinggal sementara, BAZNAS Kabupaten Bandung akan membantu biaya kontrakan selama tiga bulan.
Skema serupa sebelumnya diterapkan saat kebakaran melanda Kampung Limus, Desa Maruyung, Kecamatan Pacet. Dalam peristiwa tersebut, tujuh rumah terdampak dan lima di antaranya mengalami kerusakan parah.
Sebanyak 29 jiwa terdampak, termasuk anak-anak, balita dan seorang lansia. Selain tempat tinggal sementara, kebutuhan pendidikan anak-anak korban juga menjadi perhatian pemerintah.
Kebakaran Meningkat Saat Musim Kering
Persoalan kebakaran juga menjadi perhatian Pemkab Bandung di tengah kondisi cuaca kering.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung mencatat 42 kejadian kebakaran pada 1–6 September 2026. Sebagian besar kejadian dilaporkan terjadi di semak belukar, lahan kosong, kebun dan tumpukan sampah.
Pemkab Bandung kemudian meningkatkan kewaspadaan menyusul tingginya kejadian kebakaran hutan dan lahan dalam periode yang lebih luas.
KDS meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang bersumber dari instalasi listrik rumah tangga.
«“Jangan meninggalkan rumah kalau masih ada stop kontak yang terpasang. Kalau bepergian, pastikan saklar listrik sudah dimatikan,” katanya.»
Ia juga mengingatkan masyarakat memeriksa instalasi listrik yang sudah berusia lama maupun sambungan kabel yang tidak memenuhi standar.
Menurut KDS, penanganan bencana tidak boleh berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Upaya pencegahan harus diperkuat agar kejadian serupa tidak berulang.
«“Kita harus waspada. Apalagi kondisi sekarang kering atau kemarau panjang,” ujarnya.»
Pemerintah Pastikan Korban Tidak Sendirian
KDS memastikan Pemkab Bandung akan terus berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BAZNAS, pemerintah desa serta unsur terkait lainnya dalam proses penanganan dan pemulihan korban.
Ia meminta warga yang terdampak tetap tabah menghadapi musibah dan memastikan pemerintah daerah akan terus mendampingi mereka.
Ini sudah menjadi takdir. Tetap sabar dan semangat. Pemerintah daerah akan selalu hadir bersama masyarakat dalam kondisi kesulitan,” tutur KDS.»
Sumber I FORWACI group ( indra p)
