Jombang, analisasibernews.com – Semangat kemerdekaan terasa begitu membara di Desa Karang Pakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. Ribuan warga tumpah ruah mengikuti Karnival Sound Horeg dan Pawai Budaya dalam rangka memperingati HUT RI Ke-81 Republik Indonesia yang digelar, Minggu (13/9/2026) pagi.
Acara akbar ini mengambil tema “Cultural Parade Commemorating The 81st Independence Day of The Republic of Indonesia” dan menjadi pusat perhatian warga sepanjang Jalan Provinsi Kabuh-Mojokerto.

Sebanyak 25 grup peserta mulai dari TK, SD, SMP, pemuda Karang Taruna hingga orang tua, kompak menampilkan beragam kostum dan kreasi tarian nusantara. Tak hanya itu, kemeriahan semakin pecah dengan hadirnya 15 grup sound horeg karnaval yang berjejer rapi sejak titik start di Patung Sapi Karang Pakis, Desa Gondang hingga finish.
Pawai budaya resmi diberangkatkan tepat pukul 08.00 WIB oleh Kepala Desa Karang Pakis, Joko Risdianto, didampingi Muspika Kecamatan Kabuh yang diwakili oleh AKP Muhammad Yogie Pratama dari Polsek Kabuh dan Danramil Kabuh.
“Uri-uri kemerdekaan memang sangat penting untuk mendidik anak-anak kita biar tidak punah rasa perjuangan. Melalui karnaval ini kita ajarkan kepada generasi muda bahwa kemerdekaan adalah hasil perjuangan para pahlawan,” tegas Kades saat melepas peserta.
Untuk menjaga kelancaran dan ketertiban, unsur 3 Pilar Desa Karang Pakis yakni Kepala Desa, Polsek, dan Koramil bersinergi penuh.
Dalam arahannya, AKP Muhammad Yogie Pratama menghimbau kepada seluruh tim keamanan agar sigap.
“Apabila ada yang membawa sajam atau membuat huru-hara harus segera diamankan secepatnya dan langsung dibawa ke kantor desa untuk diproses lebih lanjut,” imbau Kapolsek.
Alhamdulillah, himbauan tersebut ditaati. Sepanjang acara berlangsung aman, tertib, dan tanpa ada gangguan berarti meski cuaca cukup terik.
Menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi dengan semangat luar biasa.
“Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat yang sangat kompak. Walaupun matahari menyengat, tidak menjadi kendala. Ini bukti semangat guyub rukun warga Desa Karang Pakis. Harapan saya desa kita menjadi Baldatun Thoibatun Warobbul Ghofur,” ungkapnya.
Beliau juga mengingatkan pentingnya memilih pemimpin dengan bijak.
“Ojok salah pilih lurah karena uang. Nek pingin desomu sepi. Ada juga pesan: Pemabuk lebih jujur meskipun hukumnya haram. Tapi jika haram berupa uang, semua orang diam,” seloroh Kades disambut tepuk tangan warga.
Karnival kali ini mengusung keberagaman budaya Nusantara. Peserta menampilkan kostum adat dari berbagai daerah di Indonesia, diiringi musik sound horeg dan tarian kreasi anak muda zaman sekarang. Perpaduan tradisi dan modernitas ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang menyaksikan di sepanjang jalan.
Acara ini juga dihadiri oleh Forkopimcam Kabuh, Camat, BPD, Perangkat Desa, RT, RW, dan tokoh masyarakat Desa Karang Pakis.
Sebelum acara ditutup, panitia dan warga bersama-sama melantunkan sholawat.
“Sholawat serta salam tetap kami tujukan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW yang membawa kita dari jalan kegelapan menuju terang benderang yakni Ad-dinul Islam,” ucap salah satu perwakilan panitia.
Dengan berakhirnya karnival ini, Joko Risdianto berharap tahun depan acara bisa digelar lebih meriah lagi.
“Alhamdulillah terlaksana dengan damai dan aman. Semoga tahun depan bisa lebih meriah lagi” pungkasnya.
“Kami putra-putri Indonesia dengan ini menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, khususnya Indonesia,” demikian semangat yang terus digaungkan warga Karang Pakis di usia kemerdekaan ke-81 ini.
Editor : Redaksi
Penulis : Er
