x
Hotline News

Ketua Kelompok Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kecamatan Banjaran Aziz Siap Dukung Ketahanan Pangan dan Program MBG

waktu baca 2 menit
Rabu, 6 Mei 2026 10:03 13 Kaperwil Jawa Barat

KAB BANDUNG,Jabar -analisasibernews.com/- 6 Mei 2026 – Di tengah derasnya wacana tentang ketahanan pangan yang kerap berhenti di ruang rapat, Ketua Kelompok Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kecamatan Banjaran, Aziz, menegaskan komitmennya untuk menghadirkan gerakan nyata di lapangan.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak akan pernah terwujud jika petani hanya dijadikan objek kebijakan, tanpa dilibatkan sebagai pelaku utama.

“Kalau negara bicara soal makan bergizi gratis, maka petani harus menjadi bagian dari solusi. Jangan sampai program besar hanya ramai di atas kertas, sementara sawah dan ladang yang menopangnya justru dilupakan,” tegas Aziz.

Ia menilai, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem pangan lokal, sekaligus mengangkat kesejahteraan petani melalui rantai distribusi yang lebih adil dan terintegrasi.

Komitmen Konkret TMI Banjaran

Dalam mendukung program pemerintah, Kelompok Tani Merdeka Indonesia Kecamatan Banjaran siap menjalankan sejumlah langkah strategis, di antaranya:

1. Menjadi Penopang Pasokan Pangan Lokal
Menyiapkan hasil pertanian anggota untuk mendukung kebutuhan bahan baku program MBG, mulai dari beras, sayuran, hingga komoditas pangan lainnya.

2. Memperkuat Rantai Distribusi
Menghubungkan langsung petani dengan pihak pelaksana dapur MBG agar hasil panen terserap optimal tanpa rantai distribusi yang merugikan petani.

3. Menjaga Stabilitas dan Kualitas Produksi
Mendorong peningkatan kualitas hasil pertanian melalui pola tanam terencana dan pendampingan teknis.

4. Mendorong Kemandirian Pangan Wilayah
Menjadikan Banjaran sebagai kawasan percontohan penguatan pangan berbasis komunitas tani.

Petani Harus Jadi Subjek, Bukan Penonton

Aziz menegaskan bahwa petani selama ini terlalu sering berada di posisi paling akhir dalam menikmati hasil pembangunan sektor pangan.

“Jangan sampai petani hanya dipanggil saat panen dibutuhkan, tapi dilupakan saat pupuk langka dan harga jatuh. Kalau ketahanan pangan ingin benar-benar kokoh, maka petani harus ditempatkan di barisan depan,” ujarnya.

Ajakan Kolaborasi

TMI Kecamatan Banjaran membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, dinas pertanian, pelaku usaha, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan program ketahanan pangan nasional dan MBG.

“Kalau sawah dijaga, petani diperkuat, dan distribusi diperbaiki, maka ketahanan pangan bukan lagi slogan. Ia akan hadir nyata di meja makan rakyat,” pungkas Aziz.

Di tengah banyaknya janji besar yang kadang hanya mengenyangkan baliho, langkah Tani Merdeka Indonesia Banjaran menjadi pengingat sederhana: negeri ini tetap berdiri karena ada tangan-tangan petani yang tak pernah berhenti menanam harapan.

Sumber humas TMI
Agus

Kaperwil Jawa Barat

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hotline News

LAINNYA
x