BEKASI | AnalisasiberNews.com — Tim Korps Sabhara Baharkam Polri bergerak cepat menangani insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Operasi penyelamatan dipimpin oleh Kaden Perintis Direktorat Samapta (Ditsamapta) Baharkam Polri, Budhi, dengan melibatkan personel gabungan yang sigap mengevakuasi korban dari dalam gerbong yang mengalami kerusakan parah.

Dalam proses evakuasi, petugas menghadapi tantangan berat akibat struktur gerbong yang ringsek. Hingga laporan ini disusun, tercatat enam penumpang sempat terjebak di dalam rangkaian kereta. Dua korban telah berhasil dievakuasi, dengan satu korban selamat dan langsung mendapatkan penanganan medis, sementara satu lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Petugas saat ini memfokuskan upaya penyelamatan terhadap empat korban lainnya yang masih terdeteksi hidup namun terjepit di dalam badan gerbong.
Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan mengedepankan prinsip golden hour guna meningkatkan peluang keselamatan korban.
Untuk mendukung operasi di lapangan, kepolisian mengerahkan sejumlah armada dan peralatan khusus, di antaranya kendaraan taktis
penyelamatan (Rantis Rescue) yang dilengkapi alat pemotong besi, unit kendaraan double cabin untuk mobilitas cepat personel, serta bus medium untuk pengangkutan tambahan.
Situasi di lokasi kejadian masih dinamis, dengan proses evakuasi yang terus berlangsung. Aparat mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area kejadian serta memberikan prioritas akses bagi kendaraan darurat demi kelancaran operasi penyelamatan.
(Redaksi AnalisasiberNews.com)
Tidak ada komentar