BANDUNG,jabar,AnalisSiberNews.com -Perbaikan infrastruktur di Kota Bandung terus berjalan secara bertahap dalam satu tahun terakhir. Pemerintah kota memprioritaskan pemeliharaan jalan, peningkatan kualitas trotoar, serta penanganan genangan di sejumlah titik.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil, meski di beberapa wilayah masih diperlukan penanganan lanjutan agar dampaknya dirasakan lebih merata 28/04
Survei Teropong Daerah Litbang Kompas pada 23 Februari–3 Maret 2026 mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap sektor infrastruktur mencapai 80,8 persen. Angka ini menunjukkan adanya perbaikan yang mulai dirasakan warga, meskipun masih terdapat sejumlah catatan di lapangan.
Data Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung mencatat tingkat kemantapan jalan pada 2025 mencapai 92,78 persen dari total panjang jalan yang disurvei sepanjang 984,4 kilometer. Sebanyak 913,4 kilometer jalan berada dalam kondisi mantap, sementara sisanya masih memerlukan penanganan lanjutan.
Pemeliharaan dilakukan melalui perawatan rutin sepanjang 137,44 kilometer, pemeliharaan berkala 37,23 kilometer, serta rehabilitasi jalan sepanjang 14,34 kilometer. Pendekatan ini ditujukan untuk menjaga kondisi jalan tetap layak sekaligus mencegah kerusakan lebih luas.
Di sisi lain, perbaikan juga menyasar ruang pejalan kaki. Hingga akhir 2025, persentase trotoar inklusif mencapai 66,87 persen atau sekitar 217,5 kilometer. Peningkatan ini dilakukan melalui pembangunan, rehabilitasi, dan pemeliharaan agar trotoar lebih aman dan nyaman digunakan.
Pada sektor drainase, penanganan genangan menunjukkan perkembangan bertahap. Dari 68 titik genangan, sebanyak 61 titik telah tertangani, sementara 7 titik lainnya masih dalam proses, terutama di kawasan dengan sistem drainase kompleks dan aktivitas tinggi.
Berbagai langkah dilakukan untuk mengatasi hal tersebut, antara lain pembangunan kolam retensi dan rumah pompa, normalisasi sungai sepanjang 14,33 kilometer, serta pembangunan dan rehabilitasi drainase perkotaan.
Kepala DSDABM Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi, mengatakan fokus utama saat ini adalah memastikan infrastruktur yang sudah ada dapat berfungsi optimal.
“Fokus kami adalah pemeliharaan dan penanganan titik prioritas yang langsung dirasakan masyarakat. Kami memastikan jalan, trotoar, dan drainase tetap berfungsi melalui perbaikan bertahap,” ujarnya.
Ia menambahkan, penanganan genangan dan kualitas jalan masih menjadi perhatian utama.
“Sebagian titik sudah membaik, namun masih ada yang dalam proses. Ini menjadi prioritas agar dampaknya bisa dirasakan lebih merata,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa pemerintah memahami tingginya perhatian masyarakat terhadap kondisi infrastruktur.
“Kami memahami isu infrastruktur masih menjadi perhatian warga. Di saat yang sama, perbaikan sudah berjalan dan mulai dirasakan, meski belum sepenuhnya merata,” ujarnya.
Farhan menyebut, pada 2026 pemerintah kota akan mempercepat pembenahan di sektor ini, terutama di titik-titik yang paling sering dikeluhkan warga.
“Perbaikan infrastruktur bukan pekerjaan yang selesai dalam satu waktu. Namun, kami memastikan prosesnya berjalan dan terus dipercepat agar kualitas infrastruktur semakin baik,” tutupnya.
Sumber I kominfo
Aziz
Tidak ada komentar