TERNATE ,AnalisasiberNews.com — Tim Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri melaksanakan asistensi sekaligus Bimbingan Teknis (Bintek) implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di PT Antam (Persero) Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Maluku Utara, Selasa (28/4/2026).


Kegiatan ini bertujuan memastikan sistem pengamanan pada salah satu Objek Vital Nasional (Obvitnas) tersebut berjalan optimal dan sesuai dengan regulasi terbaru.
Tim yang dipimpin oleh Kombes Pol Mirzal Alwi, S.I.K., melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik strategis, di antaranya area Pulau Pakal hingga kawasan Smelter. Pemeriksaan mencakup berbagai aspek, mulai dari kesiapan pos keamanan, pusat kendali operasi jarak jauh (Remote Operations Center), area bahan bakar, hingga fasilitas dermaga (jetty).
“Keamanan Objek Vital Nasional merupakan prioritas utama. Kehadiran kami untuk memastikan seluruh instrumen pengamanan, baik sistem maupun infrastruktur di PT Antam UBPN Maluku Utara, telah memenuhi standar operasional yang ditetapkan pemerintah,” ujar Kombes Pol Mirzal Alwi di Ternate, Selasa malam.
Dalam peninjauan tersebut, tim menemukan sejumlah catatan penting yang perlu segera ditindaklanjuti oleh pihak manajemen. Di antaranya pembaruan papan informasi Obvitnas sesuai Kepmen ESDM Nomor 385 Tahun 2025, penguatan sistem zonasi di area Pulau Pakal dan Smelter, serta penyesuaian standar ketinggian pagar perimeter.
Selain itu, aspek sumber daya manusia juga menjadi perhatian, khususnya terkait sinkronisasi kualifikasi personel pengamanan agar sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku.
Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan evaluasi bersama yang dihadiri jajaran pimpinan unit kerja (Bureau Head dan Work Unit Head) PT Antam UBPN Maluku Utara, serta perwakilan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) dari PT Transdana Profitri.
Sinergi antara Polri dan PT Antam diharapkan mampu memperkuat sistem keamanan perusahaan secara menyeluruh, sehingga tercipta
lingkungan kerja yang aman, kondusif, dan tangguh terhadap berbagai potensi gangguan keamanan. Hal ini sejalan dengan peran strategis perusahaan dalam mendukung kedaulatan industri pertambangan nasional.
Setelah menempuh perjalanan darat dan laut dari Buli menuju Sofifi hingga tiba di Ternate pada pukul 19.15 WIT, tim dijadwalkan melanjutkan agenda pembinaan teknis pada hari berikutnya guna memastikan seluruh rekomendasi dapat diimplementasikan secara efektif.
(Red/TiMs)
Tidak ada komentar