Analisasibernews.com, DEMAK – Seorang pria lanjut usia bernama Keswo (75) ditemukan meninggal dunia di area persawahan Dusun Gebangsewu, Desa Bantengmati, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa ini langsung memicu perhatian besar dari masyarakat setempat yang terkejut atas penemuan tersebut.
Kronologi penemuan bermula ketika seorang pencari rumput yang tengah melintas di lokasi melihat tubuh korban dalam posisi tengkurap dan sudah dalam kondisi kaku. Saksi kemudian melaporkan temuan tersebut kepada warga sekitar bernama Kusnan. Karena tidak ditemukan kartu identitas di lokasi kejadian, pengungkapan identitas korban sempat mengalami kendala di awal evakuasi.
Titik terang mengenai identitas korban akhirnya terkonfirmasi setelah Kepala Desa Kedondong, Rukati, memastikan bahwa korban adalah warganya dan masih memiliki hubungan kekerabatan dengannya. Menurut keterangan Rukati, korban awalnya berpamitan kepada pihak keluarga untuk memotong rambut di sekitar lapangan Desa Kedondong. Namun, karena tempat pangkas rambut dan pasar yang dituju tutup, korban diduga terus berjalan hingga keluar dari rute tujuan awalnya.
“Saya heran mengapa korban bisa berjalan sejauh ini hingga ke area persawahan Dusun Gebangsewu,” ujar Rukati.
Pihak keluarga menjelaskan bahwa korban mengalami gejala demensia (pikun) serta sering sakit-sakitan, yang diduga kuat memengaruhi disorientasi arah dan kemampuan korban mengenali lingkungan sekitar. Sebelum pergi, korban diketahui sempat diberi uang saku sebesar Rp20.000 oleh putranya.
Mendapat laporan dari warga, personel Koramil dan Polsek Mijen segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan proses evakuasi. Jenazah korban kemudian dibawa menggunakan ambulans guna diserahkan langsung kepada pihak keluarga.
Pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan peristiwa ini sebagai musibah murni dan memilih untuk segera memakamkan jenazah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan medis resmi mengenai penyebab pasti kematian korban, sehingga kesimpulan final mengenai pemicu fatalitas tersebut belum dapat dipastikan secara klinis. ( Hamadi )





