PERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA KE-98 DAN HUT KE-67, MPC PEMUDA PANCASILA KABUPATEN BANDUNG GELAR AKSI EKOTEOLOGI: ZIARAH TOKOH PENDAHULU DAN BERBAGI AIR BERSIH
KABUPATEN BANDUNG,|AnalisasiberNews.com – Semangat persatuan, kepedulian sosial, dan penghormatan terhadap jasa para pendahulu diwujudkan Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Pancasila Kabupaten Bandung melalui kegiatan bertajuk “Aksi Ekoteologi: Merawat Alam, Menghormati Jasa Pendahulu, dan Berbagi Kasih untuk Sesama.” Jumat (30/10/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Pemuda Pancasila tersebut diisi dengan dua agenda utama, yakni ziarah kubur ke makam para tokoh dan sesepuh organisasi yang telah wafat serta aksi sosial penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat Kampung Pangsarahan, Desa Citaman, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung.
Dalam pelaksanaannya, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Nagreg turut berperan sebagai fasilitator kegiatan sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian dan pengabdian organisasi kepada masyarakat.
ZIARAH TOKOH PENDAHULU: MERAWAT SEJARAH DAN MENGHARGAI JASA PERJUANGAN
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah kubur ke sejumlah makam tokoh dan sesepuh Pemuda Pancasila Kabupaten Bandung yang telah mendahului.
Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa, dedikasi, serta perjuangan para pendahulu dalam membangun dan membesarkan organisasi.

H. Mamat Nurlimat selaku Dankoti Kabupaten Bandung menyampaikan bahwa ziarah tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh kader untuk mengenang sejarah, menghargai jasa para pendahulu, serta melanjutkan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan.
Adapun sejumlah tokoh yang menjadi tujuan ziarah di antaranya:
- H. M. Dadang Supriatna Akbar, S.E. (Alm.), tokoh masyarakat dan mantan Ketua Majelis Pimpinan Pemuda Pancasila Kabupaten Bandung.
- A. Jawi (Alm.), mantan Dankoti.
- H. TB. Dasep IPS Sakti, S.E., S.H., MBA (Alm.), mantan Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat.
- H. Tb. Topan Lesmana, S.E. (Alm.), tokoh pemuda KNPI Kabupaten Bandung.
- H. Rasmana (Alm.), tokoh inspiratif, mantan Kepala Desa Tegalluar sekaligus tokoh Pemuda Pancasila.
Ziarah tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan sebuah organisasi tidak terlepas dari kontribusi dan pengorbanan generasi sebelumnya.
Lebih dari itu, kegiatan ini mengandung pesan spiritual bahwa manusia berasal dari tanah dan pada akhirnya akan kembali ke tanah. Kesadaran tersebut diharapkan menumbuhkan kerendahan hati, memperkuat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
AKSI SOSIAL AIR BERSIH: KEHADIRAN ORGANISASI HARUS DIRASAKAN MASYARAKAT
Setelah melaksanakan ziarah, kegiatan dilanjutkan dengan aksi sosial berbagi air bersih bagi masyarakat Kampung Pangsarahan, Desa Citaman, Kecamatan Nagreg.
Aksi kemanusiaan ini dilatarbelakangi kondisi warga yang mengalami keterbatasan dalam memperoleh pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bagi masyarakat, air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan rumah tangga, kesehatan, kebersihan, dan aktivitas sehari-hari.
Bantuan tersebut disambut positif oleh masyarakat. Kehadiran jajaran Pemuda Pancasila di tengah warga menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus bukti bahwa organisasi kemasyarakatan dapat mengambil peran nyata dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan di lingkungannya.
Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa semangat organisasi tidak cukup hanya ditampilkan melalui atribut, slogan, dan kegiatan seremonial. Lebih penting dari itu, keberadaan organisasi harus mampu memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
EKOTEOLOGI: MENJAGA ALAM ADALAH BAGIAN DARI TANGGUNG JAWAB MORAL
Pemilihan tema ekoteologi dalam kegiatan tersebut memiliki makna mendalam. Ekoteologi merupakan pendekatan yang menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Dalam perspektif Islam, manusia diberikan amanah sebagai khalifah fil ardh, yakni pemegang tanggung jawab untuk menjaga, mengelola, dan memelihara bumi dengan baik.
Hal tersebut sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 56:
“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Persoalan ketersediaan air bersih juga menjadi bagian dari tantangan lingkungan yang membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama.
Melalui aksi ini, MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Bandung berupaya menerjemahkan nilai spiritual menjadi tindakan sosial yang konkret, sekaligus mendorong tumbuhnya semangat gotong royong dan kepedulian terhadap keberlangsungan kehidupan.
TESTIMONI WARGA: BANTUAN AIR BERSIH SANGAT BERARTI
Salah seorang warga Kampung Pangsarahan, Desa Citaman, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepedulian keluarga besar Pemuda Pancasila yang telah membantu masyarakat mendapatkan air bersih.
“Alhamdulillah, kami sebagai warga sangat berterima kasih kepada keluarga besar Ormas Pemuda Pancasila, khususnya MPC Kabupaten Bandung dan PAC Kecamatan Nagreg, yang telah memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat kami. Bantuan ini sangat berarti karena selama ini kami mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih bagi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi inspirasi bagi organisasi kemasyarakatan maupun berbagai pihak lainnya untuk bersama-sama membantu warga yang membutuhkan.
“Semoga Pemuda Pancasila semakin maju, semakin peduli, dan semakin dekat dengan masyarakat,” tambahnya.
KETUA MPC: PEMUDA PANCASILA HARUS HADIR DAN MEMBERIKAN MANFAAT
Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Ormas Pemuda Pancasila Kabupaten Bandung, H. Asep Romy Romaya, yang juga merupakan Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PKB, menegaskan pentingnya menjaga solidaritas, persatuan, dan kepedulian sosial sebagai bagian dari semangat perjuangan organisasi.
Menurutnya, momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 dan HUT ke-67 Pemuda Pancasila harus menjadi pengingat bagi seluruh jajaran organisasi untuk terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.
Semangat kepemudaan, kata dia, tidak cukup hanya diwujudkan melalui slogan dan kegiatan seremonial, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Melalui kegiatan ziarah dan berbagi air bersih ini, MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Bandung berharap nilai-nilai persatuan, penghormatan terhadap sejarah, kepedulian kemanusiaan, serta tanggung jawab menjaga lingkungan dapat terus tumbuh di tengah kehidupan bermasyarakat.
PEMUDA PANCASILA: MENGABDI, PEDULI, DAN MEMBERI ARTI
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 dan HUT ke-67 Pemuda Pancasila melalui aksi ekoteologi menjadi pesan bahwa organisasi kemasyarakatan harus mampu menempatkan kepentingan masyarakat sebagai bagian penting dari pengabdiannya.
Menghormati para pendahulu, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta menjaga kelestarian lingkungan merupakan nilai-nilai yang perlu terus dirawat dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemuda Pancasila Kabupaten Bandung diharapkan terus memperkuat solidaritas internal, menjaga persatuan, serta membangun sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat demi terwujudnya kehidupan sosial yang lebih baik.
“Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang.”
Semangat mengabdi, peduli, dan memberi arti diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan, tetapi terus menjadi komitmen nyata keluarga besar Pemuda Pancasila Kabupaten Bandung dalam menjalankan peran sosial dan kemasyarakatan.
Pewarta : MARWAN WANDJANI
WAKABIRO : Kabupaten Bandung
ANALISASIBERNEWS.COM MEDIA ONLINE NASIONAL Cepat, Akurat, dan Berimbang.
Tidak ada komentar