PEMALANG, — AnalisaSiberNews.com – Sebuah peristiwa menyayat hati mengguncang warga Kecamatan Kebondalem, Kabupaten Pemalang, pasca meninggalnya seorang siswa sekolah dasar yang diduga menjadi korban perlakuan kekerasan di lingkungan sekolah. Korban, berinisial Aqib, meninggal dunia pada Rabu, 30 September 2026, setelah menjalani perawatan medis selama beberapa hari yang kondisinya terus memburuk.
Berdasarkan keterangan ibunda korban, Diah Indriyanti, yang disampaikan kepada awak media di kediaman duka, kejadian bermula ketika Aqib pulang ke rumah dengan kondisi yang tidak seperti biasanya. Anak itu cenderung pendiam dan tidak menceritakan apa yang dialaminya di sekolah. Perubahan kondisi fisik dan perilaku baru terlihat jelas setelah beberapa waktu, hingga akhirnya keluarga membawa Aqib ke rumah sakit untuk pemeriksaan menyeluruh.
Saat menjalani pemeriksaan, termasuk rontgen dan USG, pihak medis mendapati adanya peradangan. Aqib juga mengeluhkan sakit di bagian perut, mengalami kesulitan buang air besar maupun kecil, serta tercatat mengalami pendarahan saat buang air besar. Pada tubuhnya ditemukan memar berwarna kebiruan di area perut dan kaki. Kondisi fisiknya semakin melemah hingga tidak mampu berjalan sendiri dan harus dibantu setiap kali dipindahkan.
Dari keterangan yang baru terungkap kemudian, Aqib mengaku kepada ibunya bahwa ia diduga dipukul pada bagian perut dan ditendang menggunakan sepatu oleh kakak kelasnya — siswa yang duduk di kelas V dan VI di sekolah yang sama.
“Katanya dipukul perut, ada yang menginjak pakai sepatu,” ungkap Diah menceritakan keterangan putranya.
Setelah sembilan hari menjalani perawatan, Aqib diizinkan pulang ke rumah. Namun pemulihan tidak berjalan sebagaimana diharapkan. Kondisinya justru kian menurun dalam tiga hari berada di rumah, sehingga keluarga kembali membawanya ke fasilitas kesehatan. Sayangnya, upaya penyelamatan nyawa tidak membuahkan hasil. Aqib akhirnya berpulang ke Rahmatullah.
Mendapati fakta yang diduga sebagai latar belakang peristiwa ini, Diah bersama suami mendatangi SDN 1 Kebondalem untuk meminta penjelasan dan kejelasan terkait dugaan kekerasan yang dialami anaknya di lingkungan sekolah. Keluarga berharap pihak sekolah dapat menindaklanjuti dengan serius, transparan, dan bertanggung jawab atas keselamatan serta perlindungan setiap peserta didik di sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan terkait peristiwa tersebut masih berjalan. Masyarakat pun berharap kasus ini dapat terungkap sepenuhnya, keadilan ditegakkan, serta menjadi pelajaran agar tidak terulang kembali pada anak-anak lain di masa mendatang.(**) Ajn
