AnalisaSiberNews.com – Jumat (25/9/2026) — Kasus keracunan pangan yang diduga berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, terus mencatat peningkatan jumlah korban. Hingga Kamis (24/9/2026) sore, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang mencatat total 411 orang menjadi korban.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menjelaskan kondisi penanganan para korban:
“Per jam 12.00 WIB, menimpa lebih dari 411 korban. Di rumah sakit ada lebih dari 411 orang, yang kemudian kita rawat inap itu sekitar 170 orang, 200 sekian sudah kembali ke rumah.”
Faiz mengucapkan duka cita mendalam atas kejadian yang menimpa ratusan warga — mulai dari anak-anak hingga lansia — yang semestinya menerima manfaat program gizi tersebut. Pemerintah Kabupaten Batang memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang layak, baik yang dirawat di rumah sakit maupun di puskesmas.
Santunan bagi Keluarga Korban
Pemerintah daerah menyiapkan santunan untuk meringankan beban keluarga korban yang tidak dapat bekerja selama masa pemulihan:
“Kami juga akan membantu keluarga korban, di mana nanti penunggu pasien karena mungkin sehari dua hari ini mereka tidak bisa bekerja, kita juga akan berikan santunan.”
Santunan disalurkan per Kepala Keluarga, dengan besaran Rp100.000 hingga Rp150.000 per KK, yang bersumber dari Anggaran Pemerintah Daerah. Alokasi ini diputuskan agar penanganan kasus berjalan cepat dan korban dapat segera pulih serta kembali ke rumah.
SPPG Bawang Ditutup Sementara
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang yang bertanggung jawab atas pendistribusian paket MBG telah ditutup sementara karena ditemukan sejumlah standar operasional yang tidak terpenuhi.
Faiz menegaskan langkah pengawasan menyeluruh:
“Kalau memang dirasa tidak layak untuk melanjutkan pelayanan gizi kepada masyarakat, ya harus kita tutup secara permanen. Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana mengevaluasi ini secara total dan kemudian percaya bahwa pemerintah mampu memberikan pelayanan gizi kepada setiap anak-anak kita.”
Pemerintah Kabupaten Batang juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh SPPG di wilayahnya guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.(**) Ajn
