BENGKULU, AnalisaSiberNews.com – Kamis (24/9/2026) — Puluhan petani, mahasiswa, dan warga yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bersatu menggelar aksi demonstrasi di halaman depan Kantor Gubernur Bengkulu. Kegiatan bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional ini dijadikan momen untuk menyuarakan sejumlah tuntutan terkait sengketa lahan dan persoalan agraria yang masih meluas di berbagai wilayah Provinsi Bengkulu.
Massa yang berdatangan membawa spanduk dan tulisan tuntutan menyampaikan sejumlah aspirasi utama yang berkaitan langsung dengan penyelesaian konflik pertanahan yang terjadi di sejumlah daerah. Suasana sempat memanas ketika sekelompok mahasiswa berupaya memasuki lingkungan kantor gubernur dengan menggunakan kendaraan pikap, sehingga terjadilah tarik-ulur dan dorong-dorongan antara peserta aksi dengan aparat kepolisian yang berjaga di lokasi.
Kondisi akhirnya dapat diredam dan aksi tetap berlangsung secara tertib setelah perwakilan massa dipersilakan menyampaikan aspirasi. Harpandi, juru bicara aksi, menegaskan pihaknya tidak akan berhenti mengawal seluruh tuntutan yang telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu.
“Kami mencatat ada delapan butir tuntutan yang kami ajukan. Pemerintah harus merespons dan menindaklanjuti dengan nyata. Kami akan terus memantau setiap langkah yang diambil, dan jika belum ada jawaban yang memuaskan, kami siap kembali turun ke jalan,” ujar Harpandi di hadapan massa.
Aliansi menegaskan, persoalan sengketa lahan yang terjadi selama ini telah merugikan masyarakat luas dan mengancam mata pencaharian warga tani. Di momen Hari Tani Nasional ini, mereka meminta komitmen serius dari pemerintah daerah untuk menyelesaikan sengketa secara transparan, adil, dan berpihak pada rakyat kecil.
Sampai berakhirnya aksi, pihak pemerintah daerah belum memberikan pernyataan resmi terkait delapan tuntutan tersebut. Massa berjanji akan terus mengawal perkembangan penanganan kasus ini.(**) Ajn
