LENGKESE, AnalisaSiberNews.com – 24 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Takalar sedang menindaklanjuti temuan serius terkait kandungan bahan berbahaya pada salah satu sampel makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya kandungan boraks pada makanan yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Topejawa, Kecamatan Mangarabombang.
Kejadian ini bermula ketika sejumlah guru di UPT SDN 58 Lengkese mengeluhkan rasa yang tidak wajar setelah mencicipi menu program MBG pada hari Senin, 21 September 2026. Menanggapi laporan tersebut, Ketua Satgas menginstruksikan tim kesehatan turun langsung ke lapangan guna melakukan pengecekan menyeluruh.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Takalar, Nilal Fauziah, mengonfirmasi hal tersebut. “Tim tidak hanya melakukan inspeksi kesehatan lingkungan, tetapi juga mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium. Dari dua sampel yang diperiksa, satu di antaranya terbukti mengandung boraks,” ungkap Nilal pada Rabu, 23 September 2026.
Meski sudah menemukan indikasi kandungan zat terlarang, pihak Dinkes menegaskan bahwa penyelidikan belum berakhir. Saat ini tim masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan jenis makanan apa yang mengandung boraks serta pada tahapan proses mana pencemaran tersebut terjadi. Hal ini dilakukan agar dapat segera diambil langkah perbaikan dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Kandungan boraks dalam pangan sangat berbahaya bagi kesehatan, dapat merusak fungsi organ tubuh, dan dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan. Pihak berwenang berjanji akan mengumumkan hasil lengkap penyelidikan segera setelah diketahui, serta menindak tegas pihak yang bertanggung jawab apabila terbukti ada kelalaian atau pelanggaran.(**) Ajn
