Jombang, AnalisaSiberNews.com – Dalam rangka menyemarakkan momentum Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kepolisian Resor (Polres) Jombang sukses menyelenggarakan festival dan lomba burung berkicau bertajuk Kapolres Cup Jombang. Event bergengsi yang menyedot perhatian ratusan pencinta satwa ini digelar di Gantangan Gerdu Papak Reborn, Desa Plandi, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, pada Minggu (21/06/2026).
Kegiatan berskala regional ini dibuka secara resmi oleh Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR. Jalannya pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri oleh Wakapolres Jombang Kompol Syarlis, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Jombang, panitia penyelenggara, tim dewan juri independen, serta ribuan peserta yang tergabung dalam berbagai komunitas dan klub burung berkicau dari dalam maupun luar Kabupaten Jombang.
Dalam sambutan hangatnya, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya serta ucapan selamat datang kepada seluruh kontestan yang telah hadir membawa maskot burung andalan mereka. Menurutnya, perlombaan ini dirancang untuk memberikan dampak multisektor yang positif, baik dari sisi pelestarian lingkungan, komunitas, hingga ekonomi kreatif.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta, baik yang berasal dari lokal Jombang maupun rekan-rekan sehobi dari luar daerah. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi kita semua. Bagi komunitas pecinta burung, ajang Kapolres Cup ini hadir sebagai wadah representatif untuk menyalurkan hobi, menguji kualitas rawatan burung, sekaligus mempererat tali persaudaraan antar-kicau mania,” ujar AKBP Ardi Kurniawan.
Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa institusi Polri berkomitmen untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat melalui berbagai pendekatan yang humanis dan kreatif. Melalui hobi yang digemari oleh lintas generasi dan berbagai lapisan sosial ini, Polri berupaya meruntuhkan sekat formalitas guna membangun komunikasi yang lebih cair dan harmonis.
“Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat. Harapan besar kami, kebersamaan dan keguyuban yang terjalin erat di lapangan gantangan ini dapat terus terjaga di kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan yang rukun, aman, dan sejahtera di seluruh wilayah Kabupaten Jombang,” tambah perwira menengah dengan dua melati di pundak tersebut.
Selain menjadi arena kompetisi yang sengit namun penuh sportivitas, gelaran Kapolres Cup Jombang ini efektif menjadi sarana cooling system dalam menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Dengan menggandeng komunitas adat, pemuda, dan pecinta satwa, Polres Jombang berupaya menumbuhkan rasa kepemilikan bersama terhadap keamanan wilayah, sekaligus mendongkrak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Interaksi langsung tanpa jarak antara pejabat kepolisian dan warga di area perlombaan menciptakan atmosfer yang hangat. Banyak warga dan peserta mengapresiasi langkah inovatif Polres Jombang yang bersedia memfasilitasi hobi rakyat kecil menjadi sebuah acara yang dikemas secara profesional dan prestisius.
Dampak positif dari perlombaan ini tidak hanya dirasakan oleh para pemenang yang membawa pulang trofi eksklusif. Kehadiran ratusan peserta dan ribuan pengunjung di Gantangan Gerdu Papak Reborn terbukti membawa berkah tersendiri bagi roda perekonomian masyarakat Desa Plandi dan sekitarnya.
Terjadi lonjakan omzet yang signifikan pada sektor usaha mikro (UMKM), mulai dari pedagang kuliner, penyedia jasa parkir, hingga lapak-lapak dadakan yang menjual pakan, suplemen, serta perlengkapan sangkar burung di sekitar lokasi kegiatan.
Melalui gelaran ini, Polres Jombang berhasil membuktikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak sekadar menjadi seremonial internal korps baju cokelat, melainkan sebuah pesta rakyat yang mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkokoh kemitraan tak terpisahkan antara Polri dan masyarakat demi keharmonisan sosial yang berkelanjutan.
( Jurnalis Ern )





