Jombang, AnalisaSiberNews.com – Sebuah laga penuh drama dan ketegangan mewarnai partai puncak Turnamen Domino Kapolres Jombang Cup 2026. Melalui aksi epic comeback yang di luar dugaan, Tim Cuan asal Blitar sukses mengunci gelar juara pertama setelah menumbangkan ketangguhan Tim Roan perwakilan tuan rumah Jombang. Laga sarat gengsi ini dihelat di Gedung Kresna Polres Jombang pada Minggu (21/06/2026).
Turnamen domino berskala regional Jawa Timur ini diinisiasi oleh Kepolisian Resor (Polres) Jombang yang bekerja sama dengan Pengurus Cabang Olahraga Domino (ORADO) Jombang. Gelaran ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian perayaan megah dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 32 tim tangguh dari berbagai kota/kabupaten di Jawa Timur seperti Jombang, Blitar, Surabaya, Mojokerto, Kediri, hingga Lamongan turut turun gelanggang demi memperebutkan trofi bergengsi tersebut.

Pertandingan final yang mempertemukan Tim Roan (perwakilan PWI Jombang) melawan Tim Cuan (Blitar) menyajikan tensi tinggi yang membuat ratusan pasang mata penonton tak berkedip. Sejak awal laga, adu strategi dan mental begitu terasa. Tim Roan Jombang sempat berada di atas angin dan mendominasi jalannya permainan dengan mengamankan keunggulan telak 99 poin, sementara Tim Cuan tertinggal jauh di angka 59 poin.
Di atas kertas, Tim Roan hanya membutuhkan tambahan dua poin instan untuk mengunci gelar juara. Namun, di sinilah keajaiban mentalitas bertanding berbicara. Memanfaatkan celah kelengahan lawan, situasi berbalik secara drastis dan dramatis. Tim Cuan Blitar secara perlahan namun pasti memotong dominasi, bangkit dari tekanan, hingga akhirnya membalikkan keadaan dengan meraup total 123 poin. Kemenangan fantastis ini mengantarkan tim asal Kota Patria tersebut resmi naik ke podium tertinggi sebagai jawara utama.
Atas capaian tersebut, para pemenang berhak membawa pulang hadiah berupa uang pembinaan, piagam penghargaan, serta piala juara. Prosesi penyerahan piala juara pertama diserahkan langsung oleh Kasatintelkam Polres Jombang. Sementara itu, piala juara kedua diserahkan oleh Pembina ORADO Jombang, Achmad Fachruddin, dan piala juara ketiga diserahkan oleh perwakilan dari Kasatlantas Polres Jombang.
Selain menyajikan persaingan ketat di kategori umum, turnamen Kapolres Jombang Cup 2026 ini juga mempertandingkan kategori khusus internal Polri guna mempererat soliditas antar-personel. Pada kategori instansi ini, atmosfer pertandingan tidak kalah seru. Setelah melalui babak penyisihan yang ketat, Tim Rayon Selatan sukses keluar sebagai juara pertama setelah mengandaskan perlawanan dari Tim Rayon Timur yang harus puas menempati posisi runner-up (juara kedua).
Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR., menegaskan bahwa esensi dari turnamen ini bukan sekadar perayaan seremonial semata. Lebih dari itu, kepolisian berkomitmen untuk ikut serta mengerek reputasi domino sebagai cabang olahraga prestasi yang diakui dan dihormati.
“Adanya kompetisi ini diharapkan mampu memperbanyak wadah turnamen olahraga domino yang representatif di Jombang. Dengan iklim kompetisi yang sehat dan rutin, kita bisa menjaring sekaligus memunculkan bibit-bibit atlet potensial. Target kita, mereka tidak hanya berprestasi di skala lokal Jombang atau Jawa Timur saja, melainkan mampu menembus dan bersaing di level nasional,” tegas AKBP Ardi Kurniawan.
Apresiasi senada juga diungkapkan oleh Pembina ORADO Jombang, Achmad Fachruddin. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada jajaran Polres Jombang yang telah memberikan panggung terhormat bagi para pegiat olahraga domino.
“Saya sampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres Jombang yang telah memberikan dukungan penuh atas suksesnya turnamen domino kali ini. Semoga sinergi ini menjadi pemantik semangat bagi para atlet ORADO untuk terus berlatih keras dan konsisten merajut prestasi di masa depan,” pungkas Fachruddin.
Melalui kesuksesan event ini, olahraga domino diharapkan dapat mengikis stigma negatif di masyarakat dan bertransformasi sepenuhnya menjadi olahraga otak yang prestisius, sekaligus melahirkan talenta-talenta emas yang siap mengharumkan nama Jawa Timur di kancah nasional.





