Jombang, AnalisaSiberNews.com – Lapangan Apel Polres Jombang sore itu, Kamis 18 Juni 2026, dipenuhi barisan rapi. Sekitar 500 personel gabungan berdiri tegak, siap bertugas. Mereka bukan disiapkan untuk operasi biasa, tapi untuk satu misi: mengawal prosesi Pengesahan Warga Baru PSHT Parluh 2016 Kabupaten Jombang agar berjalan aman, tertib, dan humanis.
Apel Gelar Pasukan dipimpin langsung Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR. Turut hadir Wakapolres Kompol Syarlis, seluruh Pejabat Utama, Kapolsek jajaran, personel Polres Jombang, anggota Kodim 0814 Jombang, serta Pamter PSHT sebagai mitra pengamanan internal.
Suasana apel berlangsung khidmat namun penuh semangat. Ini bukan sekadar seremoni sebelum tugas, tapi titik awal penyamaan visi: mengamankan tradisi tanpa mengorbankan keselamatan.
Dalam amanatnya, AKBP Ardi Kurniawan menekankan satu kata kunci untuk seluruh personel: humanis.
“Apel ini tujuannya satu, menyamakan persepsi kita semua. Pengamanan pengesahan PSHT Parluh 2016 harus dilakukan dengan pendekatan humanis. Senyum, sapa, komunikasi yang baik. Tapi ingat, humanis bukan berarti lemah. Utamakan keselamatan diri sendiri dan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan,” tegas Kapolres dengan suara lantang.
Menurutnya, pengesahan warga baru adalah tradisi sakral bagi keluarga besar PSHT. Tugas Polri bukan menghalangi, tapi memastikan tradisi itu berjalan tanpa gangguan. Karena itu, setiap personel diminta mengedepankan cara persuasif, dialog, dan empati saat berhadapan dengan peserta maupun warga sekitar.
Kapolres juga mengingatkan soal teknis di lapangan. Risiko kecelakaan lalu lintas dan gesekan kecil harus ditekan seminimal mungkin.
“Kedepankan pendekatan humanis, tapi tetap lakukan tindakan tegas dan terukur apabila ada pergerakan konvoi yang berpotensi mengganggu Kamtibmas. Jangan ragu, tapi tetap profesional,” ujarnya.
Jangan bergerak sendiri-sendiri. Seluruh personel wajib sesuai ploting yang sudah ditentukan, dan terus berkomunikasi dengan pimpinan serta rekan di lapangan.
“Jangan jalan sendiri. Kita ini tim. Koordinasi itu nyawa kita di lapangan. Kalau ada apa-apa, laporkan berantai. Dengan begitu pengamanan akan efektif dan aman untuk semua,” tambah AKBP Ardi.
Apel ini juga menunjukkan kuatnya sinergi 3 pilar. Kehadiran personel Kodim 0814 Jombang dan Pamter PSHT membuktikan bahwa pengamanan bukan hanya tugas Polri. Ini tanggung jawab bersama antara aparat keamanan dan keluarga besar PSHT sendiri.
Dengan 500 personel yang disebar di titik-titik rawan, mulai dari rute konvoi, lokasi pengesahan, hingga permukiman warga, Polres Jombang optimis seluruh rangkaian kegiatan akan berjalan lancar.
Mengakhiri amanat, Kapolres mengajak seluruh personel berdoa. “Semoga seluruh rangkaian pengamanan pengesahan warga baru PSHT Parluh 2016 ini berjalan baik, aman, dan kondusif. Mari kita berdoa agar personel yang bertugas dan seluruh saudara kita yang mengikuti kegiatan senantiasa mendapat perlindungan serta keberkahan dari Allah SWT,” pungkasnya.
Usai apel, 500 personel langsung bergerak ke ploting masing-masing. Dari lapangan apel menuju jalanan Jombang. Bukan untuk menakuti, tapi untuk menjaga. Karena tugas Polri hari ini adalah memastikan tradisi berjalan, masyarakat tenang, dan Jombang tetap aman.
Penulis : Ern
Editor : Redaksi

