BRILIS AKADEMISI
EKSKLUSIF –
No. 001 / RILIS – KBB – JEJE / IX /2026
SIFAT: *Terbuka Untuk Publik*
*HEADLINE : JEJE RITCHI BIPATI KBB JANGAM BERHARAP 2 PERIODE DARI BERBAGAI ASPEK SAJA BELUM SELESAI, APALAGI BICARA LEGASI**”
Bandung Jawa Barat,| AnalisasiberNews.com
*Baru 2 Tahun Memimpin Sudah Minta Tambah 5 Tahun lagi, Itu Sinyal Pesimisme Bukan Opitimisme Kepemimpinan*”
*BANDUNG BARAT SEPTEMBER 2026* –
Pertanyaan Bupati Bandung Barat ,Jeje Ritchie Ismail alias Jeje Govinda , yang berharap bisa melanjutkan kepemimpinan 5 tahun lagi menuai kritik tajam Publik.
Pertanyaan itu disampaikan saat On – Site Visit WJIC 2026 di Lembang , 16 September 2026: *Doain aja dilanjutkan lima tahun lagi semoga bisa selesai*”, Jadi mohon doanya, ini bukan kampanye ini mah harapan.”
Pengamat Politik Universitas Nurtanio , Djamu Kertabudhi, langsung menilai: Ini sinyal pesimisme .Kurang dua tahun memimpin sudah menyatakan tidak cukup satu periode…beliau merasa pesimis bahwa visi dan janji politik yang seharusnya dituntaskan dalam satu periode ini terasa berat” .
Dari Pengamatan publik kritik itu berdasar.Jagan bicara 2 periode ,untuk 1 periode saja legasi masih buram.
I.*EVIDEN EMPIRIS MEMGAPA PUBLIK RAGU*?
*Eviden 1: Carut – Marut Tata Kelola dan Konflik Elit Birokrasi*
Baru baru ini ,ratusan massa yang tergabung dalam GOBBB ( Gerakan Ormas Bersatu Bandung) menggelar aksi di depan Pemda KBB,menuntut
Bupati mencopot Sekda KBB Ade Zakir.
Alasannya : dianggap gagal memimpin birokrasi tida netral ,terlalu politis,dan gagal sebagai Ketua Tim Penilai Kinerja.
*Reasoning*: Jika Bupati tidak mampu menata jantung birokrasi (Sekda) dalam 2 tahun , bagaimana mau menata KBB 10 tahun ? Visi AMANAH ( Aman , Nyaman ,Adaptif, Harmonis) bertabrakan dengan fakta harmoni birokrasi saja tidak tercapai .
*Eviden 2: APBD
Berimbang di Atas Kertas, Tapi Perencanaan Dipertanyakan”
Ini Eviden paling kuat secara fiskal .Dalam Rancangan Perubahan KUA – PPAS 2026
. Pendapatan naik cuma *Rp 25,39 Miliar* menjadi Rp.3,16 Triliun
.Belanja melonjak Rp 169 .0,6 Miliar menjadi Rp3,36 Triliun
. Untuk menutupnya , penerimaan pembiayaan melonjak dari Rp 62 Miliar menjadi Rp205 ,67 Miliar of 95
Pengamat fiskal menilai :
“Setiap fiskal menilai:
Setiap sumber pembiayaan harus jelas …jangan sampai kebutuhan tahun berjalan justru menimbulkan BIIpersoalan fiskal pada periode berikutnya.”
*Reasoning*: Lonjakan belanja 6x lipat dari kenaikan pendapatan dan mengandalkan pembiayaan ( SILPA / utang) adalah ciri *APBD Fatamorgana*”
Publik berhak tanya : ke mana Rp 169 Miliar itu?
Program apa yang siap ? Realistis dikerjakan sampai Desember? Ini bukti lemahnya perencanaan RKPD di SIPD yang disebut sebut sering diperpanjang mendekati KUA – PPAS
*Eviden 3: Infrastruktur Jalan Masih Tambal Sulam*
Bukan legasi”
Bupati memang turun ke cililin cek perbaikan
Jalan Ciririp – Bangsaya 2,3 KM dan Rancapanggung – Ugrem 300 meter .Tapi faktanya itu hanya perbaikan parsial .Dari janji perbaikan 19 tuas jalan 24,9 KM ,sebagian besar masih jalan rusak yang ditangani berharap karena alasan anggaran.Warga sudah menunggu bertahun tahun . Legasi belum terlihat ,baru sebatas seremoni tinjau jalan.
II.*ARGUMENTASI AKADEMIS: TEORI LEGASI YANG GAGAL*
Dalam teori Kepemimpinan Publik ,Legasi = ( Visi yang Tuntas x Tata Kelola Bersih x Kepercayaan Publik).
Ritchie gagal di 3 variabel:
1.*Visi Tidak Tuntas*:
Visi AMANAH terlalu normatif,tidak ada breakthrough indikator yang terukur .5 tahun itu cukup menurut pengamat. Jika 2 tahun saja sudah minta tambah waktu ,artinya desain visi tidak realistis sejak awal.
2.*Tata Kelola Tidak Solid*:
Managemen Talenta ASN via Perbub Nom 11/2026 bagus
di konsep,tapi di lapangan Sekda sebagai Ketua Tim Penilai Kinerja *malah di demo*.Artinya merit system’ belum menyentuh elit.
3.*Kepercayaan Publik Tergerus*: Ketika belanja naik tapi pendapatan stagnan , publik akan curiga APBD dipakai untuk belanja rutin dan Kepentingan politik, bukan belanja modal legasi.
III.*ALUR HUKUM : JG ERAT BAGI BUPATI YANG GAGAL KELOLA APBD*
Jika pola ini dibiarkan,ada konsekwensi hukum:
1
*UU No. 23 Tahun 2014*
*tentang Pemerintahan Daerah*:
.*Pasal 67 huruf b& f*:
Kepala daerah wajib taat pada perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah . Perubahan RKPD di SIPD mendekati KUA-PPAS melanggar asas tertib perencanaan.
.*Pasal 319*: Kepala Daerah yang tidak melaksanakan program sesuai RPJMD *dapat diberhentikan melalui mekanisme DPRD*.
2.*UU No. 17 Tahun 2003*
*tentang Keuangan Negara & PP No. 12/2019*
*tentang Pengelolaan Keuangan Daerah*:
.*Asas Akuntabilitas dan Tertib*: APBD harus disusun berdasarkan RKPD yang tepat waktu .Jika belanja melonjak tanpa dasar pendapatan yang jelas dan mengandalkan pembiayaan ,itu pelanggaran asas *prudence fiskal*.
.*Ancaman*: Laporan Keuangan bisa mendapat opini WDP dari BPK
3.*UU Nom 28 Tahun 1999*
*tentang Penyelenggaraan Negara Bersih KKN*:
.*Asas Proporsionalitas*:Setiap Kebijakan harus sileimbanb antara hak dan kewajiban.
Menjanjikan 2 periode sebelum 1 periode tuntas melanggar etika penyelenggaraan negara.
IV *TUNTUTAN PUBLIK*:
*JANGAN BICARA 2 PERIODE DULU*
Sebagai Pengamat Kebijakan Publik dan Politik, Kebijakan KBB menuntut :
1.*Tuntaskan Dulu satu Periode Secara Jujur*:
Jangan tambah waktu, tapi tuntasnya 19 tuas jalan itu 100%dengan kualitas ,bukan sekedar cepat.
Publikasikan progres harian di SIPD .c550
2.*Berhentikan Konflik Sekda dan BKAD*:
Copot Sekda jika memang gagal, seperti tuntutan GOBBB .Janganbiarkan Sekda jadi beban legasi.
Terapkan Manajemen Talenta murni tanpa intervensi politik .2761
3.*Audit Terbuka APBD Rp 169 Miliar*:
Jelaskan ke publik via Rapat Paripurna terbuka : rincian Rp 169 Miliar untuk program apa saja , dan darimana sumber pembiayaan Rp 205 Miliar itu.Jangan sampai KBB gaki lubang tutup lubang.
*PENUTUP*:
*KBB tidak butuh bupati artis yang berharap 2 periode*
*KBB butuh bupati pekerja yang memuntaskan1 periode dengan legasi nyata : jalan mulus ,PAD naik tanpa mengandalkan BLUD RS, dan birokrasi harmonis*.
*Jika dalam 2 tahun saja sudah pesimis ,maka publik wajar bilang : Jeje Ritchie , jangan Berharap 2 Periode*.
*Hormat kami*
*TIM KAJIAN PUBLIK JAWA BARAT*
*KETUA UMUM*
*R.WEMPY SYAMKARYA,S.H.M.H.*
