Analisasibernews.com, SINTANG — Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) berinisial P (14) dilaporkan hilang akibat terseret arus dan tenggelam di muara pertemuan Sungai Sepauk dan Sungai Kapuas, Desa Nanga Sepauk, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, pada Kamis (24/9/2026) sore. Hingga malam hari, tim gabungan yang dikerahkan ke lokasi kejadian masih berupaya melakukan pencarian intensif.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Berdasarkan kronologi kejadian, korban bersama tiga rekannya awalnya meminta izin kepada orang tua sekitar pukul 13.00 WIB untuk bermain di kawasan hamparan pasir musiman—fenomena alam akibat menyusutnya debit air sungai selama musim kemarau—yang kerap dimanfaatkan warga setempat sebagai destinasi rekreasi.
Namun, saat sedang berenang, keempat remaja tersebut mendadak terseret oleh arus sungai yang kuat. Warga setempat yang berada di sekitar lokasi kejadian segera melakukan aksi penyelamatan darurat. Tiga rekan korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara korban P yang menurut keterangan pihak keluarga tidak memiliki kemampuan berenang, gagal terselamatkan dan langsung tenggelam.
Merespons laporan tersebut, aparat kepolisian dari Polsek Sepauk langsung berkoordinasi dengan instansi vertikal untuk meluncurkan operasi Pencarian dan Penyelamatan (SAR). Operasi skala besar ini melibatkan personel Sat Polairud Polres Sintang, Basarnas Kabupaten Sintang, jajaran Pemerintah Kecamatan Sepauk, serta puluhan relawan dari masyarakat lokal.
Keseriusan penanganan musibah ini terlihat dari turunnya Kapolres Sintang, AKBP Budi Hartono Sutrisno, S.H., S.I.K., M.Si., ke lokasi guna memantau langsung jalannya proses pencarian. Beliau didampingi oleh Kasat Polairud IPTU Sutarji, Camat Sepauk Maryono, S.STP., serta Kapolsek Sepauk IPTU Abdul Hadi, S.H., M.H.
“Tim gabungan memusatkan pencarian di sekitar titik nol lokasi korban dilaporkan hilang, yaitu di muara pertemuan arus kedua sungai. Kami menyisir bantaran sungai dengan mengerahkan perahu motor milik Basarnas serta armada perahu milik masyarakat,” ujar Kapolsek Sepauk IPTU Abdul Hadi dalam keterangannya.
Operasi SAR sempat berlangsung hingga larut malam dan dihentikan sementara pada pukul 23.35 WIB akibat kendala visibilitas yang terbatas serta derasnya arus bawah sungai yang dinilai membahayakan keselamatan tim penolong. Operasi pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan secara masif pada Jumat (25/9/2026) pagi dengan memperluas radius penyisiran.
Sebagai langkah antisipasi, otoritas keamanan juga telah membangun komunikasi dan koordinasi dengan aparatur desa di sepanjang hilir Sungai Kapuas untuk memantau jika korban terbawa arus menjauh dari lokasi awal.
Menyikapi peristiwa memilukan ini, pihak kepolisian menghimbau dengan keras kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan ketat terhadap anak-anak yang beraktivitas di sekitar sungai. Penurunan debit air luar yang memicu kemunculan pasir musiman sering kali mengecoh masyarakat, padahal karakteristik arus bawah dan kedalaman sungai di titik tertentu tetap menyimpan potensi bahaya yang sangat tinggi. ( Wid )
