UNGARAN SEMARANG – AnalisaSiberNews.com, 24 September 2026 — Kembali muncul sorotan tajam terhadap pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional. Kali ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Kuncen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menjadi pusat kecaman lantaran menyajikan makanan yang dinilai sama sekali tidak layak dikonsumsi bagi para siswa.
Alih-alih menerima asupan bergizi yang diolah dengan baik dan higienis, para anak sekolah justru disuguhi telur yang masih mentah, kentang yang sudah layu, serta sajian lain yang kualitasnya sangat memprihatinkan. Kondisi ini memicu kemarahan para siswa maupun orang tua murid yang merasa dibohongi dan tidak dihargai.
Kasus ini makin menambah panjang daftar kelalaian serta penyimpangan yang terjadi di lapangan dalam pelaksanaan program strategis pemenuhan gizi anak. Tampilan makanan yang disajikan menunjukkan standar mutu yang sangat rendah serta lemahnya pengawasan. Di sisi lain, terlihat ketiadaan empati dari pihak penyedia layanan terhadap kesehatan dan masa depan para penerima manfaat.
Anggaran bernilai triliunan rupiah yang dialokasikan untuk program ini justru terbuang sia-sia akibat pelaksanaan yang asal-asalan. Masyarakat pun mempertanyakan: sampai kapan hal semacam ini terus berulang? Berapa banyak anak yang harus menjadi korban sebelum ada sanksi tegas dan tindakan hukum yang menjerat pihak yang bertanggung jawab?
Publik berharap aparat penegak hukum serta pihak berwenang segera turun tangan, melakukan pemeriksaan menyeluruh, dan menjatuhkan hukuman yang setimpal kepada setiap pihak yang terbukti lalai maupun menyalahgunakan program yang menyangkut hajat hidup generasi penerus bangsa ini.(**) Ajn
