Analisasibernews com, MINAHASA UTARA – Komandan Kodim (Dandim) 1310/Bitung, Letkol Inf Dewa Made DJ, mengambil alih komando langsung di lapangan guna memimpin operasi mitigasi dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kelurahan Airmadidi Atas, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara. Aksi respons cepat ini krusial mengingat kobaran api sempat mengancam zona perimeter penting, termasuk area belakang kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minut serta kediaman resmi (rumah dinas) Bupati Minahasa Utara.
Krisis mulai terdeteksi pada Kamis (24/9/2026) dini hari sekitar pukul 03.30 WITA di kawasan Hutan Kenangan. Api dengan cepat menjalar dari belakang area perkantoran Pemkab hingga menjangkau kawasan Raewaya Hills.
Menanggapi eskalasi tersebut, Letkol Inf Dewa Made DJ menginstruksikan pengerahan masif taktis operasional. Tim gabungan yang terdiri dari Personel Kodim 1310/Bitung, Yonif TP 916/Bara Sakti, Pemkab Minut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta relawan sipil langsung diterjunkan bersama unit armada Pemadam Kebakaran (Damkar) TNI untuk mengisolasi pergerakan api.
“Kondisi medan yang terjal serta hembusan angin yang kencang menjadi hambatan teoretis dan praktis utama kami di lapangan. Oleh sebab itu, kami menetapkan status siaga penuh dengan menempatkan personel serta armada Damkar secara strategis di titik-titik rawan untuk memonitor reaktivasi api,” tegas Letkol Inf Dewa Made DJ di lokasi penanggulangan bencana.
Kendati visualisasi titik api sempat berhasil dikendalikan di beberapa sektor krusial seperti kawasan Raewaya Hills–Javaland dan sekitar Kantor Kejaksaan Negeri Airmadidi, tantangan sekunder muncul kembali pada pukul 10.44 WITA. Anomali cuaca berupa angin kencang memicu pembakaran kembali (reaktivasi) bara api yang mendekati arah kediaman Bupati Minut.
Akibat keterbatasan akses bagi kendaraan taktis di medan yang sangat curam, Dandim 1310/Bitung menginstruksikan metode lokalisasi api secara manual. Tim gabungan, termasuk Tim Orange DLH dan relawan, bahu-membahu memutus rantai penyebaran api (sekat bakar) agar tidak meluas ke area permukiman padat penduduk serta fasilitas publik lainnya.
Hingga sore hari, posko pengamanan dan unit Damkar gabungan masih dipertahankan pada posisi perimeter defensif di pusat perkantoran Pemkab Minut. Letkol Inf Dewa Made DJ menggarisbawahi bahwa keberhasilan meminimalisir dampak destruktif dari bencana ini bertumpu pada arsitektur kolaborasi yang solid antarinstansi.
“Sinergitas integratif antara TNI, Pemerintah Daerah, instansi sektoral, dan kesadaran kolektif elemen masyarakat adalah kunci determinan. Melalui kerja sama yang terstruktur ini, kita dapat memitigasi risiko kerugian materiil maupun ekologis secara optimal,” pungkas Dandim 1310/Bitung. ( Wid )
