GARUT JAWA BARAT – AnalisaSiberNews.com, 23 September 2026 — Musim kemarau panjang melanda Kabupaten Garut, Jawa Barat, membawa dampak serius bagi Situ Sarkanjut di Desa Dungusiku, Kecamatan Leuwigoong. Danau yang selama ini menjadi tumpuan utama kehidupan warga kini mengering sepenuhnya, tanpa genangan air, sehingga mengancam ketahanan pangan serta perekonomian masyarakat setempat.
Kondisi kekeringan tampak sangat jelas: dasar situ terbuka luas, perahu wisata yang biasa mengantar pengunjung kini terparkir diam dan tidak beroperasi. Situ Sarkanjut bukan sekadar tempat wisata, melainkan sumber air utama yang mengairi lahan pertanian warga — karena tidak memiliki mata air permanen, dan sepenuhnya bergantung pada air hujan.
Kepala Desa Dungusiku, Karno, menjelaskan bahwa saat kondisi air normal, Situ Sarkanjut mampu mengairi sekitar 150 hektare lahan sawah milik warga. Namun saat ini, petani kesulitan mengolah tanah karena tidak tersedia saluran air pengganti.
“Kalau air nggak ada, ya otomatis petani tidak bisa menanam karena nggak ada saluran airnya. Harapan kami, tolonglah perhatikan wilayah Desa Dungusiku khususnya,” ujar Karno.
Mayoritas warga Dungusiku bermata pencaharian sebagai petani dan buruh tani, sehingga ketersediaan air menjadi urat nadi kehidupan mereka. Mengeringnya Situ Sarkanjut tidak hanya mengganggu aktivitas pertanian, tetapi juga menghentikan kegiatan wisata yang selama ini menjadi sumber pendapatan tambahan warga.
Karno berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap persoalan irigasi di desanya. Ia mendesak adanya sumber atau saluran air alternatif agar warga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kondisi air Situ Sarkanjut yang rawan mengering saat kemarau.
“Kami berharap ada solusi agar air tetap tersedia, pertanian tetap berjalan, dan perekonomian warga terjaga. Warga pun berdoa agar hujan segera turun, namun langkah pencegahan jangka panjang tetap diperlukan agar hal ini tidak terulang setiap tahun,” tambahnya.(**) Ajn
