Tanggamus, Lampung, | AnalisasiberNews.com — Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2024 di SMA Negeri 1 Semaka, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, diduga mengalami sejumlah ketidaksesuaian antara laporan penggunaan anggaran dan kondisi di lapangan.

Berdasarkan penelusuran awal tim media serta telaah terhadap data yang tersedia, terdapat beberapa pos anggaran yang diduga menunjukkan perbedaan mencolok.
Pada pos pengembangan perpustakaan dan layanan pojok baca, anggaran triwulan pertama tercatat sebesar Rp45.000.000, sedangkan pada triwulan kedua sebesar Rp3.295.000. Perbedaan tersebut diduga tidak sebanding dengan kondisi fasilitas perpustakaan yang terlihat belum mengalami perubahan signifikan.
Selanjutnya, pada pos pemeliharaan sarana dan prasarana, anggaran triwulan pertama sebesar Rp52.300.000 dan meningkat pada triwulan kedua menjadi Rp110.200.000. Namun demikian, berdasarkan pengamatan di lapangan, kondisi fisik bangunan sekolah diduga belum menunjukkan adanya perbaikan yang signifikan sesuai dengan nilai anggaran tersebut.
Pada pos pembayaran honor, anggaran tercatat relatif besar dan konsisten, yakni Rp223.350.000 pada triwulan pertama dan triwulan kedua. Besaran ini diduga memerlukan penjelasan lebih rinci terkait peruntukan dan penerimanya.
Sementara itu, pada kegiatan pembelajaran dan evaluasi, anggaran pelaksanaan pembelajaran tercatat Rp37.210.000 (triwulan pertama) dan Rp50.320.000 (triwulan kedua). Adapun untuk kegiatan evaluasi atau asesmen, tercatat Rp88.600.000 pada triwulan pertama dan Rp95.200.000 pada triwulan kedua. Penggunaan anggaran tersebut diduga belum sepenuhnya tergambar secara jelas dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Sejumlah pihak menilai kondisi ini perlu dilakukan klarifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh pihak terkait agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat.
Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh awak media kepada Kepala SMA Negeri 1 Semaka, Rudi Apriyanto, melalui sambungan WhatsApp pada Rabu, 29 April 2026. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan guna memperoleh penjelasan resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait.
Catatan Redaksi
Berita ini disusun berdasarkan hasil penelusuran awal dan data yang tersedia, yang masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Oleh karena itu, seluruh informasi dalam pemberitaan ini bersifat dugaan dan bukan merupakan kesimpulan akhir.
Redaksi menjunjung tinggi prinsip praduga tak bersalah, keberimbangan, dan akurasi sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik.
(Tomi)
Editor : Redaksi AnalisasiberNews.com
Tidak ada komentar