BANDUNG JAWA BARAT – AnalisaSiberNews.com, Selasa (6/10/2026) — Ikatan Keluarga Mahasiswa (IPM) Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengeluarkan pernyataan sikap resmi terkait dugaan pelanggaran etika berat yang dilakukan oleh seorang oknum dosen di Jurusan Studi Agama-Agama. Tindakan tersebut mencakup dugaan kekerasan seksual verbal, pemanfaatan mahasiswi sebagai objek pembelajaran, serta paksaan pembelian buku elektronik.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan, oknum dosen tersebut diduga menjadikan tubuh mahasiswi sebagai contoh peraga di depan kelas, lengkap dengan tawaran imbalan uang jika mahasiswi bersedia difoto bagian tubuh tertentu. Selain itu, ia diduga berulang kali menekan mahasiswa melalui pesan pribadi agar membeli e-book seharga Rp65.000.

Serangkaian perbuatan ini dinilai sangat mencederai etika profesi pengajar, melanggar batas kesusilaan, serta memanfaatkan kedudukan untuk keuntungan pribadi. Mahasiswa menegaskan suasana belajar yang aman, bermartabat, dan bebas dari tekanan adalah hak mutlak setiap sivitas akademika.
Oleh karena itu, IPM Fakultas Ushuluddin mendesak pimpinan kampus segera:
1. Melakukan investigasi menyeluruh, transparan, dan objektif tanpa menutup-nutupi;
2. Memberikan jaminan perlindungan kepada korban dan saksi dari segala bentuk intimidasi;
3. Mengaudit tata kelola penjualan serta penetapan harga e-book yang diperjualbelikan kepada mahasiswa;
4. Menjatuhkan sanksi tegas dan setimpal kepada oknum yang terbukti bersalah, demi mengembalikan marwah dan kepercayaan terhadap lembaga pendidikan tinggi.(**) Ajn
