PANDEGLANG — analisasiberNews.com- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Banten menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengevaluasi arah pembangunan dan dampaknya terhadap masyarakat. Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pandeglang menggelar Aksi Refleksi bertajuk “26 Tahun Banten, Bergerak ke Mana Arahnya, Berdampak untuk Siapa?” pada Selasa (6/10/2026).
Forum BEM Pandeglang menilai peringatan HUT Banten tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut dinilai perlu dimanfaatkan untuk melihat sejauh mana pembangunan yang dilakukan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Pandeglang.
Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius Pemerintah Provinsi Banten, mulai dari sektor pendidikan, infrastruktur dasar, hingga tata kelola dan transparansi anggaran.
“Aksi refleksi ini bukan sekadar kritik, tetapi bentuk tanggung jawab mahasiswa dalam mengawal pembangunan daerah agar kebijakan dan anggaran benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat,” demikian pernyataan Forum BEM Pandeglang.
Soroti Pendidikan dan Anak Putus Sekolah
Dalam sektor pendidikan, Forum BEM Pandeglang mendesak pemerintah mempercepat rehabilitasi sekolah yang kondisinya tidak layak, termasuk penanganan terhadap 2.043 ruang kelas yang disebut mengalami kerusakan.
Mahasiswa juga mendorong perluasan akses pendidikan serta kebijakan yang lebih terukur untuk mencegah anak putus sekolah. Forum BEM Pandeglang meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap 18.823 anak putus sekolah di Kabupaten Pandeglang.
Menurut mahasiswa, pembangunan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan angka partisipasi sekolah, tetapi juga memastikan peserta didik memperoleh ruang belajar yang aman, layak, dan dapat diakses secara merata.
Infrastruktur Dasar Jadi Sorotan
Selain pendidikan, persoalan infrastruktur menjadi salah satu isu utama yang disampaikan dalam aksi tersebut.
Forum BEM Pandeglang mendesak percepatan perbaikan jalan kabupaten sepanjang 250 kilometer yang disebut mengalami kerusakan. Mereka juga meminta evaluasi terhadap pembangunan jalan provinsi di Pandeglang sepanjang 26 kilometer yang dinilai mulai mengalami kerusakan.
Mahasiswa turut menyoroti kualitas pembangunan Jalan Bang Andra. Mereka meminta dilakukan evaluasi terhadap pekerjaan tersebut, termasuk dugaan adanya pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.
Tak hanya jalan, Forum BEM Pandeglang juga mendesak pemerintah memperbaiki dan menambah fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) serta marka jalan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Persoalan rumah tidak layak huni (RTLH) juga menjadi perhatian. Forum BEM Pandeglang meminta pemerintah mempercepat penanganan terhadap 67.632 RTLH.
Di sisi lain, persoalan kekeringan turut menjadi sorotan. Pemerintah diminta segera menangani krisis air yang disebut terjadi di 150 desa yang tersebar di 20 kecamatan di Kabupaten Pandeglang.
Minta APBD Lebih Transparan
Dalam bidang tata kelola pemerintahan, Forum BEM Pandeglang mendorong Pemerintah Provinsi Banten membuka informasi mengenai APBD dan realisasi anggaran secara transparan serta mudah diakses masyarakat.
Mahasiswa juga meminta evaluasi terhadap belanja daerah yang mereka nilai kurang prioritas. Di antaranya anggaran tenaga ahli sebesar Rp55,47 miliar dan anggaran makan-minum Pemprov Banten sebesar Rp110 miliar.
Forum BEM Pandeglang menilai penggunaan APBD harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.
Mulki bersama jajaran Forum BEM Pandeglang menegaskan, bertambahnya usia Provinsi Banten harus diikuti dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara nyata.
“Pembangunan tidak boleh hanya terlihat bagus di atas kertas atau laporan angka pertumbuhan semata, tetapi harus berwujud sekolah yang aman, jalan yang layak, rumah yang manusiawi, air bersih, serta tata kelola anggaran yang transparan,” ujar Mulki.
Forum BEM Pandeglang kemudian menegaskan bahwa usia 26 tahun Provinsi Banten harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan pembangunan daerah.
“Di usia 26 tahun, Banten harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh, bukan sekadar perayaan seremonial,” tutup Mulki.
sumber : forum BEM Pandeglang
