KOTA BANDUNG JAWA BARAT – AnalisaSiberNews.com, 27 September 2026 — Tiga kasus kehilangan sepeda motor dilaporkan terjadi secara berurutan di kawasan Ujungberung dan Jatihandap, Kota Bandung. Seluruh kejadian berlangsung pada dini hari, sehingga memicu kekhawatiran di kalangan warga sekitar.
Kehilangan pertama tercatat pada Senin, 21 September 2026, sekitar pukul 03.38 WIB. Sebuah sepeda motor jenis Honda CRF dilaporkan hilang dari kawasan Komplek Pasir Jati, Ujungberung.
Masih di hari yang sama, sekitar pukul 04.50 WIB, kehilangan kedua terjadi. Kali ini sepeda motor jenis Kawasaki D-Tracker dikabarkan hilang dari lokasi di Jalan Melati Raya, Ujungberung.
Tak berhenti di situ, pada Selasa, 22 September 2026, sekitar pukul 03.22 WIB, sepeda motor jenis Honda Beat juga dilaporkan hilang di kawasan Cimenyan, Jatihandap.
Hingga saat ini, identitas pelaku, modus pengambilan kendaraan, serta keterkaitan antara ketiga kejadian tersebut belum diketahui secara pasti. Kasus kini sedang ditangani serius oleh jajaran Polsek Ujungberung.
Kapolsek Ujungberung, Kompol Hery Suryadi, memberikan keterangan resmi terkait maraknya laporan kehilangan kendaraan:
“Kami membenarkan adanya laporan-laporan tersebut yang masuk ke Mapolsek Ujungberung. Saat ini Unit Reskrim sedang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap siapa pelakunya, modus yang digunakan, serta apakah ada keterkaitan antarperistiwa tersebut.”
Kapolsek juga mengimbau seluruh warga, khususnya yang bermukim di kawasan Ujungberung maupun Jatihandap, untuk meningkatkan kewaspadaan:
“Kami meminta warga memperketat pengamanan kendaraan — kunci ganda, jangan membiarkan motor terparkir dalam keadaan menyala atau tanpa pengawasan, serta pasang alat pengaman tambahan. Jika melihat orang atau gerak-gerik yang mencurigakan di lingkungan masing-masing, segera hubungi pos keamanan terdekat atau laporkan langsung ke Polsek Ujungberung.”
Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa informasi perkembangan kasus akan disampaikan secara resmi kepada masyarakat segera setelah ada kemajuan signifikan dalam penyelidikan. Warga diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi guna menghindari kepanikan yang tidak perlu.(**) Ajn
