PURWOREJO, AnalisaSiberNews.com – 20 September 2026 — Sebanyak 351 warga yang tersebar di enam desa di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini memicu kekhawatiran mendalam di tengah masyarakat sekaligus mendesak langkah penanganan menyeluruh dari pihak berwenang.
Berdasarkan data Satgas MBG, jumlah korban per desa tercatat: Guntur 128 orang, Ngasinan 42 orang, Limbangan 6 orang, Nglaris 92 orang, Sendang Sari 26 orang, dan Sidomukti 57 orang. Para korban mencakup beragam kelompok rentang usia, mulai dari balita, ibu hamil, ibu menyusui, siswa, guru, hingga warga lanjut usia.
Makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kedungracak Kaliboto yang bekerja sama dengan Yayasan Alam Taro. Keluhan kesehatan mulai muncul beberapa jam setelah makanan dikonsumsi pada Kamis, 17 September 2026. Gejala yang dialami meliputi rasa mual, muntah, sakit perut, hingga diare.
Salah satu warga, Sarjito, menceritakan bahwa anaknya hanya mencicipi sedikit makanan tersebut, namun tetap mengalami diare tak lama setelahnya. Hal ini memperkuat dugaan adanya masalah pada kualitas maupun kebersihan pangan yang disalurkan.
Warga kemudian melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang dan meminta penghentian sementara operasional SPPG yang bersangkutan. Dalam aksi damai yang dilakukan masyarakat, warga secara tegas menolak penyaluran MBG untuk sementara waktu, menuntut penutupan SPPG sekurang-kurangnya selama satu bulan, serta meminta pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi seluruh penerima manfaat program di wilayah tersebut.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti keracunan maupun tindak lanjut yang akan diambil. Masyarakat berharap kasus ini segera ditangani secara transparan dan tuntas, agar tidak terulang kembali di masa mendatang.(**) Ajn
