

Jombang, AnalisaSiberNews.com – Di tengah gencarnya program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan, peran Polri kini tak hanya berhenti pada penjagaan keamanan. Lebih dari itu, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat alias Bhabinkamtibmas hadir langsung ke sawah, mendampingi petani, hingga memonitor setiap helai daun tanaman.

Bukti nyata itu terlihat Jumat, 12 Juni 2026, saat Aipda Abdul Hamid, Bhabinkamtibmas Desa Mojotrisno, menyusuri lahan jagung milik Sugianto di Dusun Krajan, Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Dengan seragam dinas dan caping petani, ia berjalan menelusuri bedengan sepanjang 5.400 meter persegi, menyentuh batang jagung yang kini berusia 35 hari.
“Usia 35 hari ini masa krusial, Pak. Perlu cukup air dan bebas hama. Nanti Agustus kita kejar panennya bareng-bareng,” ucap Aipda Abdul Hamid sambil berdialog dengan Sugianto, pemilik lahan.
Monitoring ini bukan sekadar formalitas. Aipda Abdul Hamid mengecek satu per satu kondisi tanaman: tinggi batang, warna daun, hingga potensi serangan hama ulat grayak yang sering mengancam jagung di musim kemarau. Ia juga berdiskusi ringan soal cara perawatan dan pentingnya pemanfaatan lahan produktif agar tidak terbengkalai.

Bagi Sugianto, kehadiran Bhabinkamtibmas di lahannya memberi energi baru. “Senang Pak ada Pak Bhabin yang mampir. Jadi tambah semangat ngerawatnya. Rasanya ada yang nemenin, nggak jalan sendiri,” ujarnya sambil tersenyum.
Polri Penggerak Ketahanan Pangan, Bukan Sekadar Pengaman
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR, melalui Kapolsek Mojoagung Kompol Yogas, menegaskan bahwa keterlibatan personel di sektor pertanian adalah perintah langsung untuk mendukung visi besar bangsa.
“Program Asta Cita Presiden Prabowo menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas. Polri merespons dengan turun ke lapangan. Kami hadir sebagai penggerak, bukan hanya pengawas. Lewat Bhabinkamtibmas, kami dorong warga memanfaatkan setiap jengkal lahan produktif. Pendampingan berkala ini tujuannya satu: hasil panen optimal demi swasembada pangan nasional,” jelas Kompol Yogas.
Menurutnya, Mojoagung punya potensi besar sebagai lumbung jagung. Keberhasilan Sugianto mengelola 5.400 meter persegi lahan diharapkan menjadi “laboratorium hidup” sekaligus motivasi bagi kelompok tani lain di 17 desa se-Kecamatan Mojoagung.
Sinergi Kunci Swasembada
Kompol Yogas menambahkan, ketahanan pangan bukan tugas pemerintah atau petani saja. Ini tanggung jawab bersama.
“Kami ingin Bhabinkamtibmas jadi teman petani. Hadir memberi semangat, rasa aman, dan percaya diri. Kalau Polri dan masyarakat kompak, target swasembada pangan itu bukan mimpi,” tegasnya.
Ia optimistis, panen jagung Agustus 2026 nanti tak hanya mengisi lumbung pangan keluarga Sugianto, tapi juga ikut menyumbang produksi jagung Jombang yang selama ini jadi salah satu penyangga Jawa Timur.
Dari Mojotrisno untuk Indonesia
Langkah Aipda Abdul Hamid ini membuktikan bahwa tugas Polri terus berkembang seiring kebutuhan zaman. Dari menjaga Kamtibmas di pos kamling, kini juga menjaga ketahanan pangan di bedengan jagung.
Sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan petani inilah yang diyakini mampu membuat program ketahanan pangan nasional berjalan berkelanjutan. Bukan hanya angka di atas kertas, tapi nyata: dari benih yang ditanam, dirawat, hingga dipanen untuk kesejahteraan.
Seperti kata pepatah, “Makanan adalah urusan semua orang”. Dan di Mojotrisno, urusan itu kini dikawal langsung oleh Bhabinkamtibmas. Dari sawah Mojotrisno, untuk ketahanan pangan Indonesia.
Redaksi AnalisaSiberNews
Penulis Ern


Tidak ada komentar