ANALISASIBERNEWS.COM I PEKALONGAN β Kalau persahabatan bisa dibeli, mungkin tidak perlu ada acara kumpul-kumpul. Tinggal siapkan uang, pesan tempat, lalu selesai.
Namun, persahabatan yang sesungguhnya ternyata tidak sesederhana itu.
Jumat sore, 31 Juli 2026, sekitar pukul 16.00 WIB, suasana berbeda justru hadir di kediaman Najwa, Jalan Kyai Haji Kurdi, Kelurahan Pringrejo, RT 01/RW 05, Kecamatan Pekalongan Barat.
Bukan hotel berbintang. Bukan restoran mewah. Tidak ada karpet merah.
Hanya ada teman-teman seperjuangan kelas 8C SMP Negeri 4 Kota Pekalongan, ayam, tusukan sate, nasi, es teh, teh hangat, serta tawa yang mungkin jauh lebih mahal daripada semua kemewahan itu.
Ayam dibakar, sate disajikan, dan cerita lama kembali dibuka.
Di antara kepulan asap pembakaran sate, terselip sebuah pesan sederhana: jangan sampai kesibukan membuat teman menjadi asing, dan jangan sampai waktu menghapus kenangan.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyambung kembali silaturahmi sekaligus mempererat hubungan persahabatan antarteman kelas 8C.
Ada yang sibuk membakar ayam, ada yang menyiapkan makanan, ada yang menikmati hidangan, dan tentu saja ada yang sibuk tertawa. Namun justru dalam kesederhanaan itulah rasa kekeluargaan semakin terasa.
Ironinya, untuk menciptakan kebahagiaan ternyata tidak selalu membutuhkan banyak uang. Kadang cukup dengan ayam yang dibakar bersama dan teman-teman yang masih mau duduk satu meja.
Salah seorang peserta, AY, mengaku merasa senang dan gembira dapat berkumpul bersama teman-teman dalam kegiatan tersebut.
βSaya sangat senang dan gembira bisa mengadakan acara bakar sate ayam bersama teman-teman di rumah Najwa. Semoga kegiatan seperti ini dapat mempererat silaturahmi dan menjaga persahabatan kami,β ungkap AY.
Dalam kesempatan itu, AY juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Bu Ninda, selaku wali kelas 8C, yang telah memberikan bimbingan kepada dirinya dan teman-teman selama berada di bangku sekolah.
βSaya mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Guru kami, Bu Ninda, selaku wali kelas 8C yang telah membimbing saya dan teman-teman saya.β
Pesan pun disampaikan kepada seluruh teman seperjuangan agar tidak hanya kompak ketika berkumpul, tetapi juga kompak dalam mengejar masa depan.
βAyo teman-teman, tingkatkan kedisiplinan, belajar dengan tekun, dan tetap jaga kekompakan.β
Sebab, sekolah bukan hanya tempat mengejar nilai di atas kertas. Sekolah juga menjadi tempat bertemunya manusia dengan manusia, membangun cerita, mengenal arti kebersamaan, dan menciptakan kenangan yang suatu hari nanti mungkin akan dirindukan.
Dan sore itu, di antara bara api dan aroma sate ayam, kelas 8C seolah kembali mengingat satu hal:
Nilai pelajaran mungkin tersimpan di buku, tetapi nilai persahabatan tersimpan di hati.
Acara berlangsung hingga selesai dalam suasana penuh keakraban, canda, dan kebersamaan.
Penulis: Hendine