
ANALISASIBERNEWS.COM
CIKEAS,BOGOR – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memaparkan capaian strategis penegakan hukum sepanjang tahun 2026 pada upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Satlat Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa momentum ini menjadi refleksi komitmen kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan nasional melalui tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”.
Berantas Narkoba Senilai Rp10,4 Triliun
Sepanjang tahun 2026, Polri berhasil menuntaskan puluhan ribu kasus barang haram:
Total perkara: 24.837 kasus narkotika berhasil ditangani.
Jumlah tersangka: 32.792 orang resmi ditahan.
Nilai ekonomi bukti: Sabu, ganja, ekstasi, dan obat keras senilai Rp10,4 triliun disita.
Dampak sosial: Tindakan ini berhasil menyelamatkan sekitar 89 juta jiwa warga Indonesia.
Pencegahan: Transformasi 148 kampung narkoba menjadi kawasan bebas narkotika.
Selamatkan Pendapatan Negara dari Penyelundupan.
Melalui Satgas Optimalisasi Penerimaan Negara (Satgas OPM) bersama Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai, Polri mengamankan aset komoditas penting seperti :
Ekspor ilegal: Menggagalkan pengiriman 87 kontainer fatty matter dan Palm Oil Mill Effluent (POME).
Kasus penyelundupan: Menindak 47 perkara dan menetapkan 24 orang tersangka.
Kasus utama: Menggagalkan penyelundupan 28 ton timah yang siap dikirim ke Malaysia.
Perangi Judi Online Jaringan Internasional
Pemberantasan judi siber menjadi salah satu fokus paling agresif siber Polri selama tahun 2026:
Penindakan: Menembus 718 perkara judi online dengan 1.164 tersangka.
Aset disita: Total aset senilai Rp1,75 triliun berhasil diamankan.
Pemblokiran ruang digital: Memutus akses 278 ribu situs dan konten judi.
Kasus terbesar: Penggerebekan jaringan internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, yang melibatkan ratusan warga negara asing dan mengoperasikan 145 domain judi.
Pertahankan Rekor “Zero Terror” Sejak 2023 :
Indonesia sukses mempertahankan kondisi nihil serangan terorisme selama tiga tahun terakhir berkat kombinasi strategi preventif dan penegakan hukum yang kuat.
Terkait insiden ledakan di SMA 72, Polri bersinergi dengan kementerian terkait untuk melakukan mitigasi ideologi. Langkah nyata dilakukan lewat pemberian pendampingan khusus kepada ratusan anak yang terpapar paham radikalisme serta ekstremisme kekerasan demi mencegah pemikiran tersebut meluas. ( Wid )




