
ANALISASIBERNEWS.COM
KABUPATEN BANDUNG– Upaya penanganan darurat sampah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas wilayah. Pentahelix Kecamatan Dayeuhkolot menggelar diskusi strategis bersama sejumlah pemangku kepentingan guna menyusun program penanganan sampah yang terintegrasi di anak-anak sungai wilayah hulu Citarum.

Kegiatan yang berlangsung di Cafe Lorun, Jalan Raya Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Rabu (24/6/2026), dihadiri Ketua Pentahelix Kecamatan Dayeuhkolot Tri Rahmanto, perwakilan BPBD Kabupaten Bandung, TGR, Tirta Raharja, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, anggota DPRD Kabupaten Bandung Komisi C Tony Permana, Ketua Komisi C H. Tarya, BBWS, unsur dunia usaha, Sekretaris Pentahelix Deni Kusnidar, Kanit Satpol PP Dayeuhkolot Ana, serta sejumlah relawan dan komunitas lingkungan.
Dalam forum tersebut, para peserta membahas persoalan penumpukan sampah di sejumlah anak sungai yang selama ini menjadi salah satu penyebab pendangkalan aliran air dan meningkatnya risiko banjir di kawasan hilir.
Ketua Pentahelix Kecamatan Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, menegaskan bahwa penanganan persoalan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pentahelix, yakni pemerintah, akademisi, badan usaha, komunitas, dan media. Menurutnya, sinergi tersebut penting agar upaya penanganan tidak bersifat parsial, melainkan menyentuh akar persoalan dari hulu hingga hilir.
“Persoalan sampah di DAS Citarum tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan agar solusi yang dihasilkan benar-benar efektif,” ujarnya.
Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung menyampaikan dukungan terhadap inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam mengurangi pergerakan sampah rumah tangga lintas wilayah yang bermuara ke Sungai Citarum.
Sementara itu, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mendukung program penanganan sampah melalui integrasi program Citarum Harum dan penguatan sistem pengelolaan sampah regional.
Dari unsur legislatif, Komisi C DPRD Kabupaten Bandung mendorong percepatan regulasi dan dukungan anggaran tanggap darurat guna penyediaan fasilitas penyaring sampah di titik-titik kritis anak sungai. Selain itu, edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi langkah penting untuk menekan kebiasaan membuang sampah ke aliran sungai.
Sebagai tindak lanjut, seluruh pihak yang hadir sepakat membentuk Gugus Tugas Penanganan Sampah Lintas Wilayah. Gugus tugas tersebut akan mengoordinasikan berbagai program, termasuk aksi bersih-bersih sungai secara berkala, pemasangan jaring penahan sampah di titik prioritas, serta kampanye edukasi lingkungan kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi pentahelix dan sinergi lintas daerah ini, diharapkan upaya penyelamatan DAS Citarum dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi risiko banjir serta pencemaran lingkungan yang selama ini menjadi persoalan bersama.
Jurnalis jabar
Endang





