ANALISASIBERNEWS.COM
Soreang – Aksi unjuk rasa menuntut pembubaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Badan Gizi Nasional (BGN) mengguncang Kabupaten Bandung pada Senin (22/06/2026). Ratusan massa aksi dari elemen mahasiswa dan aliansi masyarakat berkumpul di depan Kompleks Pemkab Bandung, Soreang, menyuarakan evaluasi total program tersebut.
Dalam aksinya, massa menuntut pemerintah daerah dan pusat untuk mengevaluasi secara menyeluruh, hingga membubarkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai membebani keuangan negara.Aksi dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Massa aksi memadati Jalan Al-Fathu, Soreang, dengan membawa sejumlah atribut dan spanduk bertuliskan “Hentikan Politisasi Makan Bergizi Gratis dan Bubarkan BGN, Alihkan Anggaran untuk Pendidikan dan Kesehatan”.Koordinator aksi, Ahmad Fauzi, dalam orasinya mengecam keras carut-marut pelaksanaan program MBG yang dinilai tidak tepat sasaran dan memicu masalah baru di lapangan.
“Kami mendesak agar program MBG ini dihentikan total. Pemerintah terkesan memaksakan program di tengah anjloknya nilai tukar rupiah dan membengkaknya utang negara. Dana miliaran rupiah yang dihabiskan untuk satu porsi makan lebih baik dialokasikan untuk perbaikan fasilitas sekolah dan subsidi pupuk petani di Kabupaten Bandung,” teriak Ahmad dari atas mobil komando.
“Selain menyoroti pemborosan anggaran, massa aksi juga menyinggung adanya gejolak operasional di tingkat dapur mitra (SPPG) yang sempat menuai protes dari Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia. Mereka menilai Badan Gizi Nasional (BGN) gagal melakukan manajemen yang baik dalam penyaluran dana operasional.Aksi sempat memanas pada pukul 11.30 WIB ketika perwakilan massa mencoba memaksa masuk ke dalam gerbang Kompleks Pemkab Bandung untuk beraudiensi dengan Bupati Bandung. Namun, ketegangan mereda setelah aparat kepolisian dari Polresta Bandung membuat barikade dan memfasilitasi 10 perwakilan massa untuk masuk dan menyampaikan tuntutan secara langsung.
Hingga berita ini diturunkan, perwakilan mahasiswa masih melakukan audiensi tertutup dengan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bandung. Massa mengancam akan kembali dengan jumlah yang lebih besar jika tuntutan mereka untuk menghentikan operasional MBG di Kabupaten Bandung tidak diteruskan ke pemerintah pusat.
Jurnalis jabar
Endang





