ANALISASIBERNEWS.COM
BANDUNG BARAT,Indonesia — Kabut tipis kawasan Gunung Tangkuban Perahu menjadi saksi berlangsungnya Upacara Adat Sunda Nusantara Sabuana Ngertakeun Bumi Lamba ke-18, Minggu (21/6/2026).

Mengusung tema “Manik Maya: Ibu Bumi Bapak Angkasa”, ritual adat ini menghadirkan berbagai unsur masyarakat adat, budayawan, serta komunitas lintas budaya yang membawa pesan tentang keseimbangan hubungan manusia dengan alam semesta.
Dalam pergelaran budaya tersebut, sejumlah tokoh adat dan perwakilan dari berbagai kabupaten turut hadir mengikuti rangkaian acara. Di antaranya A. Lukmanul Hakim dari Cianjur, Ambu Yani dari Sumedang, Bois Garsela dari Bogor, Nyai Jawari dari Garut, Teh Yuli dari Sumedang, serta Ki Ageung dari Cikarang.
Kehadiran para tokoh adat dari berbagai daerah ini menjadi simbol kebersamaan dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya Sunda yang diwariskan para leluhur.
Ngertakeun Bumi Lamba menjadi ruang pertemuan budaya dan spiritual, sekaligus bentuk penghormatan terhadap alam yang diyakini sebagai sumber kehidupan. Tradisi ini mengandung pesan tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, bumi, dan lingkungan.
Prosesi adat dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai di kawasan Gunung Tangkuban Perahu. Sementara itu, aktivitas wisata di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Perahu tetap berjalan normal. Kawasan wisata tetap dibuka untuk pengunjung umum mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Melalui Ngertakeun Bumi Lamba ke-18, pesan pelestarian alam dan penghormatan terhadap kearifan lokal kembali digaungkan sebagai bagian dari identitas budaya Sunda yang terus hidup di tengah perkembangan zaman.
Kontributor I Bois Garsela
Redaksi AnalisaSiberNews




#NgertakeunBumiLamba
#BudayaSunda
#TangkubanPerahu
#JawaBarat
#WarisanBudaya
#pariqisata dan budaya
