x
Hotline News

Kolaborasi Pentahelix dan Dinas Sumber Daya Alam Provinsi Jabar Sukses Gelar Pengerukan Sungai untuk Atasi Banjir

waktu baca 2 menit
Jumat, 5 Jun 2026 15:21 18 Aziz Redaksi Jabar

ANALISASIBERNEWS.COM

KABUPATEN BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Sumber Daya Alam (SDA) menggandeng elemen Pentahelix yang terdiri dari pemerintah daerah,camat Dayeheuhkolot, akademisi, komunitas peduli lingkungan, dunia usaha, dan media menggelar aksi normalisasi dan pengerukan Daerah Saluran irigasi Cipalasari (DAS) di wilayah bantaran sungai jalur M.toha, kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung jumat 5/6/2026

Langkah konkret ini merupakan respon cepat atas tingginya sedimentasi dan tumpukan sampah yang kerap memicu bencana banjir saat musim penghujan.saat di kompirmasi Ketua Pelaksana Program Pentahelix, bapa Tri, menyampaikan bahwa pengerukan endapan sungai dilakukan secara masif untuk memperlancar aliran air.

“Melalui kolaborasi pentahelix, kami bersama-sama turun ke lapangan untuk melakukan normalisasi, pengerukan, hingga pembersihan bantaran sungai dari sampah dan sedimentasi tanah yang menyumbat,” ujar Tri

Program kolaborasi ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Sumber Daya Alam (SDA) Provinsi Jawa Barat dan pihak terkait lainnya seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Kepala SDA Provinsi Jawa Barat menekankan bahwa pendekatan Pentahelix sangat penting karena penanganan sungai tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan butuh partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, hingga peran aktif media dalam menyebarluaskan kesadaran lingkungan.

Proses pengerukan ini menggunakan alat berat yang difokuskan pada titik-titik rawan pendangkalan, seperti di saluran irigasi Cipalasari dan kawasan terdampak lainnya. Selain pengerukan sedimen dan normalisasi saluran, tim gabungan juga melakukan penyuluhan lingkungan kepada warga sekitar agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.

Dengan adanya sinergi pentahelix ini, diharapkan kapasitas tampung sungai kembali normal sehingga aliran air menuju hilir mengalir lancar dan meminimalisasi dampak banjir yang meresahkan warga. Pemerintah berkomitmen untuk terus melanjutkan program pengawasan dan pemeliharaan sungai secara berkelanjutan.

E.Suparman

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x