x
Hotline News

Petani Desa Cipelah Menanti Uluran Tangan Pemerintah: Puluhan Tahun Menjaga Ketahanan Pangan, Kini Berjuang di Tengah Keterbatasan

waktu baca 3 menit
Jumat, 5 Jun 2026 11:23 27 Aziz Redaksi Jabar

ANALISASIBERNEWS.COM

Kabupaten Bandung – Di balik hamparan hijau pegunungan Rancabali yang sejuk dan subur, terdapat perjuangan panjang para petani Desa Cipelah yang selama puluhan tahun menjadi garda terdepan penyedia pangan bagi masyarakat. Namun di tengah semangat yang tak pernah padam, mereka masih harus menghadapi berbagai keterbatasan sarana produksi pertanian yang menghambat peningkatan hasil panen.

Sejak tahun 1998 hingga 2026, para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Kampung Kubang Sari RT 02 RW 09, Dusun 3, Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, terus menanam dan mengembangkan berbagai komoditas unggulan seperti kopi, kol, pecay, cabai besar, cabai keriting merah, cabai rawit merah, buncis, tomat, bawang merah, hingga bawang daun.

Hasil pertanian mereka selama ini menjadi pemasok kebutuhan pasar, di antaranya Pasar Caringin Bandung dan Pasar Cikopo. Dari tangan-tangan para petani inilah roda perekonomian desa terus berputar dan ketahanan pangan daerah ikut terjaga.

Ketua Kelompok Tani sekaligus Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Desa Cipelah, Dasep Rudi, mengatakan bahwa para petani memiliki kemauan kuat untuk terus meningkatkan produksi. Namun keterbatasan modal dan minimnya sarana pertanian menjadi kendala yang masih dirasakan hingga saat ini.

“Kami para petani sebenarnya ingin berkembang dan meningkatkan hasil produksi. Namun kami memiliki keterbatasan modal. Karena itu kami sangat berharap adanya bantuan dan perhatian dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, agar petani bisa lebih berdaya,” ujar Dasep Rudi.

Senada dengan itu, Ketua Kelompok Tani Dedi mengungkapkan bahwa kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan petani meliputi bibit unggul, pupuk, mulsa, alat penyemprot, pupuk organik, hingga dukungan permodalan usaha tani.

“Kami memohon bantuan karena kemampuan modal kelompok tani sangat terbatas. Kami berharap Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, pihak Kecamatan Rancabali, Pemerintah Desa Cipelah, serta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dapat melihat langsung kondisi petani di lapangan dan memberikan dukungan nyata,” tutur Dedi dengan penuh harap.

Menurut para petani, bantuan sarana produksi bukan hanya soal meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjaga keberlangsungan usaha tani agar generasi muda tetap tertarik mengelola sektor pertanian yang menjadi warisan ekonomi masyarakat pedesaan.

Mereka berharap program-program pemberdayaan petani benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat di lapangan, sehingga para petani tidak hanya menjadi penopang ketahanan pangan, tetapi juga mampu hidup lebih sejahtera dari hasil jerih payah mereka sendiri.

Adapun susunan pengurus Kelompok Tani Desa Cipelah terdiri dari:

– Ketua: Dasep Rudi
– Sekretaris: Agus Taryana
– Bendahara: Deni

Di tengah derasnya pembangunan dan perubahan zaman, suara para petani Desa Cipelah adalah suara yang patut didengar. Mereka tidak meminta kemewahan, melainkan dukungan agar tetap dapat menanam, merawat, dan memanen hasil bumi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas.

Harapan mereka sederhana: negara hadir hingga ke lereng-lereng pegunungan Rancabali, mendampingi petani yang selama ini menjadi salah satu penyangga ketahanan pangan bangsa.

Redaksi
AnalisaSiberNews

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x