
ANALISASIBERNEWS.COM
Demak – Kegiatan Pentas Seni Budaya yang dirangkaikan dengan khitan massal dan santunan anak yatim-piatu menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus upaya pelestarian budaya lokal di Desa Gebang, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Minggu (28/6/2026).
Meski cuaca terik sejak pagi hingga siang hari, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Ratusan warga memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Aktivitas Pemuda dan Remaja Islam Masjid Sabiluttaqwa (APRIMASAWA).
Ketua Panitia, Khosiin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mempererat persatuan dan kebersamaan pemuda melalui aktivitas yang bersifat edukatif, sosial, dan keagamaan. Menurutnya, ruang-ruang kegiatan positif perlu terus dihadirkan sebagai bagian dari pembinaan generasi muda di tengah berbagai tantangan sosial.
“Harapan kami, pemuda semakin kompak, aktif dalam kegiatan yang bermanfaat, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama,” ujar Khosiin.
Selain kegiatan sosial, masyarakat juga disuguhi pengajian, kirab budaya, serta pertunjukan seni tradisional Barongan Kusumojoyo Kademangan dan Putro Turonggo Samudro. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya nguri-uri atau melestarikan budaya Jawa agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda.
Pada aspek sosial, panitia menyelenggarakan khitan massal bagi enam anak serta memberikan santunan kepada sembilan anak yatim-piatu. Seluruh kegiatan terlaksana berkat dukungan tokoh masyarakat, swadaya warga Desa Gebang, dan donasi para dermawan dari berbagai daerah.
Dalam pelaksanaannya, pengamanan kegiatan dipercayakan kepada Pemuda Gebang Bersatu. Berdasarkan keterangan panitia, seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif berkat partisipasi aktif masyarakat serta semangat gotong royong.
Menutup kegiatan, Khosiin berharap APRIMASAWA dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan setiap tahun dengan persiapan yang semakin baik dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami juga mendoakan anak-anak yang mengikuti khitan massal maupun menerima santunan agar tumbuh menjadi generasi yang saleh, berbakti kepada orang tua, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara,” tuturnya.
(Hmd)







