
PANDEGLANG, Analisasibernews.com – Suasana penuh kebahagiaan dan nuansa religius mewarnai pelaksanaan Gebyar Muharam 1448 Hijriah yang diselenggarakan oleh Pengajian Al-Muhyi di Kampung Ciupas, Desa Sukadame, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (27/6/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 19.00 WIB tersebut menjadi momentum istimewa dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Ratusan warga dari berbagai kalangan tampak memadati lokasi acara untuk menyaksikan penampilan para santri Pengajian Al-Muhyi yang menampilkan berbagai kemampuan dan bakat hasil pendidikan keagamaan yang selama ini mereka pelajari.
Berbagai penampilan menarik disuguhkan oleh para santri, mulai dari hafalan surah-surah pendek Al-Qur’an, pembacaan doa-doa harian, pidato keagamaan, tilawah Al-Qur’an, hingga pertunjukan seni Islami yang dibawakan dengan penuh semangat dan percaya diri di hadapan para tamu undangan serta masyarakat.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Para orang tua tampak bahagia dan terharu ketika menyaksikan putra-putri mereka tampil di atas panggung dengan penuh keberanian, membacakan hafalan serta menunjukkan bakat yang dimiliki tanpa rasa takut maupun malu.
Acara Gebyar Muharam 1448 H turut dihadiri oleh pengurus Pengajian Al-Muhyi, tokoh agama, tokoh masyarakat, para orang tua santri, serta masyarakat setempat yang bersama-sama memeriahkan peringatan Tahun Baru Islam.
Pimpinan Pengajian Al-Muhyi, Ustaz Ahmad Muhyi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Gebyar Muharam bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi sarana pembinaan karakter, peningkatan kepercayaan diri, serta wadah untuk mengembangkan potensi anak-anak sejak dini.
“Alhamdulillah, pada Gebyar Muharam 1448 Hijriah ini kita dapat berkumpul bersama dalam suasana penuh kebersamaan dan keberkahan. Anak-anak yang tampil hari ini adalah generasi penerus yang harus kita jaga, kita didik, dan kita bimbing dengan nilai-nilai keislaman. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan rasa percaya diri kepada anak-anak agar mereka berani tampil, berani berbicara, serta memiliki akhlak yang baik dan kecintaan terhadap ilmu agama,” ujar Ustaz Ahmad Muhyi.
Ia menambahkan, keberhasilan pendidikan agama tidak hanya menjadi tanggung jawab para guru ngaji, tetapi juga membutuhkan dukungan dan peran aktif dari orang tua serta masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan agama putra-putrinya kepada Pengajian Al-Muhyi. Semoga ilmu yang dipelajari anak-anak di sini menjadi ilmu yang bermanfaat, membawa keberkahan, dan menjadi bekal bagi mereka dalam menjalani kehidupan. Kami juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan untuk melahirkan generasi yang cerdas, berakhlakul karimah, serta menjadi kebanggaan keluarga, agama, bangsa, dan negara,” lanjutnya.
Di lokasi yang sama, tokoh masyarakat Kampung Ciupas, H. Aan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Gebyar Muharam merupakan salah satu upaya positif dalam membangun generasi muda yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Pengajian Al-Muhyi. Acara ini bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pendidikan dan pembinaan mental bagi anak-anak. Kami merasa bangga melihat anak-anak di Kampung Ciupas mampu tampil dengan penuh percaya diri, membacakan hafalan, dan menunjukkan bakat yang mereka miliki,” kata H. Aan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung berbagai kegiatan keagamaan demi menciptakan generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
“Anak-anak adalah aset masa depan bangsa. Karena itu, pendidikan agama harus menjadi perhatian bersama. Kami berharap Pengajian Al-Muhyi terus berkembang dan menjadi wadah yang mampu melahirkan generasi Qurani yang membanggakan orang tua dan bermanfaat bagi masyarakat. Semoga semangat Gebyar Muharam ini semakin mempererat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap ajaran agama Islam,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang orang tua santri, Dedi Supandi, mengaku bangga dan terharu atas perkembangan yang ditunjukkan anak-anak setelah mengikuti pendidikan di Pengajian Al-Muhyi.
“Kami selaku orang tua merasa sangat bersyukur dan bangga. Hari ini kami dapat menyaksikan secara langsung anak-anak kami tampil di depan banyak orang dengan penuh keberanian dan percaya diri. Mereka mampu membacakan hafalan dan menunjukkan bakat yang dimiliki tanpa rasa takut dan malu. Ini adalah hasil dari kesabaran dan ketulusan para guru ngaji dalam mendidik mereka,” ujar Dedi Supandi.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran Pengajian Al-Muhyi yang selama ini telah membimbing para santri dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
“Semoga ilmu yang diberikan oleh para guru menjadi ilmu yang bermanfaat dan berkah hingga akhir hayat bagi anak-anak kami. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan karena mampu memotivasi anak-anak untuk lebih semangat belajar agama dan menjadi generasi yang berakhlak mulia,” pungkasnya.
Meriahnya pelaksanaan Gebyar Muharam 1448 H di Kampung Ciupas menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat terhadap pendidikan agama masih terjaga dengan baik. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat dan hafalan para santri, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pengurus pengajian, orang tua, dan masyarakat.
Melalui Gebyar Muharam 1448 H, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama yang kuat, tetapi juga keberanian, kepercayaan diri, serta karakter yang kokoh dalam menghadapi tantangan zaman, menuju generasi Qurani yang unggul, berprestasi, dan berakhlakul karimah.
penulis : Dedi S wakil pimpinan redaksi







