RILIS RESMI UPGRADE:
“BEDAH 5 KRAN BOCOR PAD BANDUNG”
ANALISASIBERNEWS.COM
Bandung – Hasil diskusi & bedah data Pengamat Kebijakan Publik dengan aktivis anti- korupsi
menyimpulkan 5 titik kebocoran PAD Kota Bandung yang belum terjamah serius oleh Dinas Pendapatan Daerah di bawah Kadis Gungun.
HASIL 5 TITIK DAN SOLUSI:
1. *Parkir Tepi Jalan = Kas Gelap*
– Temuan: 306 titik resmi , tapi setoran masih model borongan koordinator ”
– nggak ada integrasi CCTV
Dishub + QRIS Bapeda real time.
– Potensi hilang : Rp – 15M/ tahun dari selisih transaksi.
*Tugas Kadis Gungun:*
Wajibkan E- parking QRIS + dashbord publik real time di semua titik sebelum Desember 2025
. Audit koordinator parkir.
– *TUGAS WALIKOTA FARHAN*
Pemerintah Sekda
Kalau 3 bulan nggak jalan, copot pejabat yang main – main.
2*PJK3 PBG” Dipecah Kontrak
+ Temuan : Data PBG
Rp 2,8T tapi sinkronisasi ke PJK3 bapeda lemah.
Kontrak konstruksi dipecah biar nggak kena 2% .
– Potensi hilang:
Rp 40M- 60M / tahun .
– *Tugas Kadis Gungun:
Integrasi sistem DPMPTSP – PBG dengan Bapenda – PJK3 1 pintu .Sidak proyek>Rp 5M.
*Tugas Walikota Farhan*:
MoU dengan LPSE Jabar.
Semua tender >Rp 1M wajib ada kode PJK3.
3.*Hotel/ Restoran Digital = “Ghost Taxpayer ”
– Temuan: 5000+ merchant GoFood / GrabFood ,ribuan hotel harian” Airbnb .Banyak nggak punya NPWPD .
Bapenda belum ambil data transaksi digital
– Potensi hilang :
Rp 15M- 3/25M/ tahun.
“Tugas Kadis”:
Pakai Permenkeu 58/2020.
Minta data merchant ke Hojek/ Htab/ Airbnb .Jemput bola, jangan nunggu WP lapor.
– *Tugas Walikota*:
Bikin Tim Buru Pajak Digital.Kasih target khusus + bonus ke petugas.
4.*Reklame Liar Titipan di Titik Emas*
Temuan : Jalan Cihampelas,Dago ,PHH Mustofa penuh reklame tanpa izin . Pajak dihitung manual, kalah cepat vs tukang pisang.
– Potensi hilang:
Rp 20M- 30M /tahun .
– Tugas Kadis Gungun:
Drone mapping + Al tiap 3 bulan .Cabut + denda 4x lipat sesuai Perda.
– *Tugas Walikota Farhan*:
Kerjasama Satpol PP.1 reklame liar = 1SP ” Nggak ada kompromi.
5. *Pajak Air Tanah Ngarang Debit*”
– Temuan : Hotel/ mall lapor debit air pakai ” perkiraan” Flow meter tersertifikasi>30% yang pasang .
-Potensi hilang :
Rp.10 M- 15M /tahun .
– Tugas Kadis Gungun:
Wajibkan flow meter UPT Metrologi untuk pengguna> 100m3 /hari .Sidak + denda.
– Tugas Walikota Farhan:
– Perwal baru: Izin usaha nggak keluar kalau belum pasang meter air.
PESAN UNTUK KADIS GUNGUN:
Pak Gungun,Bandung bukan kota miskin .Tapi kalau sistem PAD masih manual+ percaya , maka yang kaya cuma tukang parkir liar+ bandit reklame.
Publik nunggu aksi, bukan alasan. Desember 2025 deadline audit menyeluruh.
Setelah itu, kami seret ke DPRD.
Kami juga mendorong Komisi C DPRD Kota Bandung untuk tidak tinggal diam.Sebagai pengawas APBD ,Komisi C punya kewenangan panggil , minta data, evaluasi kinerja Bapenda. jangan sampai fungsi, pengawasan mati karena sungkan” .Publik nunggu aksi nyata dewan , bukan cuma foto kunjungan kerja.”
TUGAS KHUSUS KOMISI C DPRD:
“3 PR wajib komisi C sebelum tutup tahun 2025 :
1.RDP Terbuka : Panggil Kadis Gungun + buka data realisasi 5 titik bocor ke publik .live you tube biar rakyat tau.
2*.Sidak Lapangan:
Komisi C turun ke 10 titik parkir terpadat + 5 hotel besar .Cek manual vs data Bapenda .Beda dikit aja= ada masalah.
3.Hak Interpelasi: Kalau Walikota Farhan+ Kadis Gungun nggak audit sampai Desember , Komisi C wajib pakai hak interpelasi.Iyu tugas konstitusi,bukan pilihan.
PENUTUP:
APBD itu duit rakyat
Bandung, bukan duit pejabat. Tugas Eksekutif ngumpulin , Tugas Legislatif ngawasin, Tugas Rakyat ngecheck .Kalau 3 pilar ini jalan, Bandung baru beneran Juara ” Utama”
TUGAS KHUSUS
UNTUK WALIKOTA E:
Pak,Wali , jargon Bandung Juara Nggak akan juara kalau duit rakyat bocor .3 jurus wajib:
1. Buka data PAD real- time untuk publik transparansi itu vaksin korupsi.
2.Lasih target + hukuman ke Kadis Nggak capai = evaluasi.
3.Rapat TKDN : Duit parkir rakyat harus buat jalan rakyat, bukan jalan tikus”‘.
ANGKA KITA AMAN HUKUM:
Rp 100M- 300M / tahun adalah potensi konservatif berdasarkan APBD 2024+ BPS + Perda .Angka pasti hanya audit Bapenda + BPK yang bisa buka .Kami nggak nuduh, kami minta Bapenda buktikan angkanya lebih kecil.”
Semoga apa yang kami sampaikan di atas, sebagai bahan kajian , terkait didalamnya.
Hal ini semata harapan kami Kota Bandung agar lebih baik lagi ke depan. Dan berguna sebanyak banyaknya bagi umat / rakyat Kota Bandung.
——–





